Dhaka, Gontornews — Pemerintah Bangladesh, Senin (5/7/2021), memutuskan untuk memperpanjang masa penguncian (lockdown) hingga satu pekan mendatang. Putusan ini muncul setelah otoritas kesehatan melaporkan rekor tertinggi kematian harian akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir.
Dalam pemberitahuan yang keluar pada Senin, Sekretariat kabinet Bangladesh mengatakan bahwa pembatasan yang saat ini sedang berlangsung akan tetap berlaku hingga 17 Juli 2021 mendatang.
Pada Ahad (4/7/2021), otoritas kesehatan Bangladesh melaporkan penambahan 153 kasus kematian, yang menjadi rekor tertinggi kematian harian akibat Covid-19. Secara total, Bangladesh melaporkan 15.065 kasus kematian akibat Covid-19.
Khulna, daerah dengan dampak Covid-19 terparah di Bangladesh, melaporkan 51 kematian. Setelah Khulna, otoritas Bangladesh mencatat Dhaka melaporkan 46 kematian tambahan.
Media lokal Bangladesh, Dhaka Tribune melaporkan Bangladesh melaporkan penambahan 8.661 kematian hanya dalam 24 jam terakhir. Secara total, angka positif Covid-19 di Bangladesh mencapai 944.917 kasus. Sedangkan rata-rata kasus positif Covid-19 di Bangladesh mencapai 28,99 Persen.
Sejatinya, Bangladesh telah memberlakukan penguncian sejak 1 Juli 2021 silam. Pemerintah berharap pembatasan ini dapat meredam penyebaran Covid-19 di Bangladesh. Warga pun hanya diizinkan untuk berbelanja kebutuhan kedaruratan atau kebutuhan pokok. [Mohamad Deny Irawan]




















