Dhaka, Gontornews — Menyusul terjadinya kesepakatan antara Pemerintah Bangladesh dan Myanmar terkait Repatriasi warga Rohingya, Kementerian Luar Negeri Bangladesh mengakui telah memastikan tempat tinggal bagi warga Rohingya. Menteri Luar Negeri Bangladesh, Abul Hasan Mahmood Ali, memastikan bahwa pihaknya telah memverifikasi sekitar 8.000 desa yang direncanakan ditempati oleh pengungsi Rohingya.
“Kami telah menyelesaikan verifikasi desa dari 8.000 Rohingya. Kami ingin memastikan mereka dapat mulai tinggal di rumah-rumah di desa mereka sendiri, ”kata Menteri Luar Negeri Abul Hasan Mahmood Ali sebagaimana dilansir Dhaka Tribune.
AH Mahmood Ali juga menyebutkan bahwa India juga telah membangun 250 rumah sementara China sedang membangun 1.000 rumah lagi bagi para pengungsi Rohingya.
“Para pengungsi yang kembali pertama-tama akan tinggal di pusat-pusat penerimaan di Myanmar, dan kemudian pergi ke desa mereka masing-masing,” paparnya.
Sementara itu, Menteri Keamanan Publik Cina, Zhao Kezhi dan Menteri Dalam Negeri Bangladesh Asaduzzaman Khan Kamal juga sempat membahas masalah Rohingya pada hari Jumat (26/10). yang lalu. Dalam praktiknya, Bangladesh berusaha untuk mengetahui langkah Cina dalam upaya repatriasi warga Rohingya.
“Pertemuan segitiga akan diadakan antara Menteri Luar Negeri Bangladesh, AH Mahmood Ali dan rekan-rekannya dari Cina dan Myanmar,” kata Menteri Dalam Negeri Bangladesh, Asaduzzaman Khan Kamal yang belum mengonfirmasi kapan waktu dan lokasi pertemuan selanjutnya.
Setidaknya, 700.000 warga Rohingya pergi mengungsi ke Bangladesh setelah terjadi kekerasan militer di Rakhine, Myanmar, pada 25 Agustus 2017 silam. Sebelumnya, the Join Work Group (JWG) juga mengusulkan untuk pemulangan sekitar 778 muslim dan 444 hindu pengungsi Rohingya meski urung teralisasi. [Mohamad Deny Irawan]






















