Zhengzhou, Gontornews — Sedikitnya 302 orang tewas dalam banjir baru-baru ini di Cina tengah dan 50 masih hilang, kata para pejabat Senin (2/8).
Situs dw.com melansir, hujan deras selama tiga hari yang mengguyur Provinsi Henan menyebabkan kehancuran dan menjebak warga di kereta bawah tanah, tempat parkir bawah tanah, dan terowongan.
Angka tersebut meningkat tiga kali lipat dibandingkan dengan jumlah kematian yang diumumkan sebelumnya, 99.
Pemerintah Provinsi Henan mengumumkan bahwa 292 orang tewas dan 47 hilang di Zhengzhou, ibukota Henan.
Sepuluh lainnya tewas di tiga kota lain, kata para pejabat pada konferensi pers di Zhengzhou.
Menurut pihak berwenang, 189 orang tewas akibat banjir dan tanah longsor, 54 di rumah runtuh dan 39 di daerah bawah tanah. Enam orang tewas di terowongan jalan tol. Di sini, 247 kendaraan terjebak saat banjir.
Masyarakat meminta pertanggungjawaban pihak berwenang Henan atas musibah banjir itu. Pengguna media sosial mengkritik penanganan krisis oleh pemerintah dan menuntut sistem manajemen bencana yang lebih baik.
Menurut laporan media Cina, pemerintah pusat telah membentuk tim untuk menyelidiki respons bencana dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas kelalaian ini.
Pekan lalu, jurubicara Kementerian Luar Negeri Cina Zhao Lijian mengkritik BBC, dengan melabelinya sebagai “Perusahaan Penyiaran Berita Palsu” yang telah “menyerang dan mencoreng Cina, sangat menyimpang dari standar jurnalistik.”
Kantor berita AFP mengatakan beberapa warga mengepung jurnalisnya saat melaporkan terowongan lalu lintas yang terendam di Zhengzhou dan memaksanya untuk menghapus rekaman.
Apa yang terjadi di Henan? Pada 20 Juli, rekor curah hujan membanjiri Zhengzhou. Ibukota provinsi itu diguyur hujan setinggi 20 sentimeter hanya dalam satu jam.
Pada hari-hari berikutnya, hujan turun ke utara, melanda Hebi, Anyang dan Xinxiang di Henan, daerah pedalaman sekitar 620 kilometer barat daya Beijing.
Banjir itu menghancurkan hampir 250.000 hektar tanaman, menurut para pejabat. Perkiraan kerugian lebih dari 90 miliar yuan ($14 miliar). Sekitar 1,5 juta orang dievakuasi karena hujan dan banjir. []























