Ankara, Gontornews — Turki mengecam keputusan Yunani yang menutup lagi 12 sekolah dasar Western Thrace milik minoritas Turki dengan alasan “penghematan dan jumlah siswa yang tidak mencukupi.”
Dengan keputusan terakhir ini, lebih dari separuh sekolah dasar minoritas ditutup dan jumlahnya dikurangi menjadi 103, kata Kementerian Luar Negeri Turki pada 2 Agustus dalam sebuah pernyataan tertulis dikutip Hurriyetdailynews.com.
Dengan demikian, kebijakan Yunani untuk menutup sekolah dasar Western Thrace milik minoritas Turki melalui “suspensi sementara” telah terbukti “sistematis,” kata pernyataan itu.
“Di sisi lain, dalam peraturan mengenai sekolah di Yunani, banyak diskriminasi untuk sekolah minoritas,” tambahnya.
Keputusan yang melanggar Perjanjian Perdamaian Lausanne ini merupakan indikasi lain dari cerminan kebijakan “asimilasi dan penindasan” yang dilakukan selama beberapa dekade terhadap minoritas Turki di bidang pendidikan di Trakia Barat, kata kementerian itu.
“Di satu sisi, Yunani menutup sekolah dasar dengan dalih kekurangan siswa, di sisi lain, mengabaikan tuntutan pembukaan sekolah menengah baru untuk minoritas meskipun diperlukan, dan melanggar hak pendidikan anak-anak minoritas dengan berbagai alasan,” kata Ankara.
Turki meminta Yunani untuk mengakhiri kebijakan “diskriminatif” terhadap sekolah minoritas, “seperti yang terlihat dalam undang-undang terbaru.”
Komunitas internasional seharusnya tidak diam menyaksikan “pelanggaran sistematis” hak asasi manusia di negara anggota Uni Eropa dan Dewan Eropa, kata Ankara.
Turki akan terus mendukung perjuangan hak-hak minoritas, baik dalam hubungan bilateral maupun internasional, tambahnya. []























