Lamongan, Gontornews — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Nasional (Bapenas) Rachmat Pambudy menegaskan, pesantren mampu melahirkan Muslim terpelajar yang berkontribusi besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Secara khusus, Rachmat mengatakan pesantren berhasil melahirkan santri yang mampu dan telah bertransformasi menjadi kekuatan kelas menengah Muslim.
Pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas juga telah menyusun Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2025-2045 sebagai bentuk komitmen memperkuat kualitas pendidikan di pesantren. Mereka juga telah meluncurkan program Fikih Sustainable Development Goals (SDGs) untuk terus mendorong pesantren untuk berperan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan melalui aksi di bidang dakwah, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.
βDengan kolaborasi dan dukungan optimal, Kementerian PPN/Bappenas optimis pesantren dapat berperan signifikan dalam menyambut visi Indonesia Emas 2045. Santri memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional,β kata Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Pambudy, saat menyampaikan pidato dalam Wisuda Sarjana Strata 1 Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan, Ahad (10/11/2024).
βPesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan Islam, tetapi juga wahana pemberdayaan ekonomi umat,β sambungnya sebagaimana dilansir Antara.
Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan, KH Abdul Gofur, berharap para wisudawan dan wisudawati dapat menjadi orang sukses serta dapat menjadi pemimpin-pemimpin agama, bahkan negara. Ia juga menekankan pentingnya para sarjana untuk terus mengaji dan mengamalkan ilmunya bagi masyarakat.
βJadi sarjana, sarjana yang bisa mengaji. Jangan sampai sudah bergelar sarjana tapi tidak bisa mengaji. Karena itu di Pondok Pesantren Sunan Drajat dibentuk bagaimana sarjana lulusan INSUD bisa mengaji, bisa mengartikan Al-Qurβan dan Hadits,β ungkap Kiai Abdul Ghofur dalam orasinya sebagaimana dilansir Surabaya Pagi.
Rektor INSUD Lamongan, Dr H Ahmad Iwan Zunaih, mengungkapkan sebanyak 360 mahasiswa dari 4 fakultas dan 8 program studi mengikuti wisuda pada Ahad. Dalam waktu dekat, INSUD Lamongan akan membuka program Pascasarjana S2 Ekonomi Syariah.
βTentunya, bagi wisudawan yang berprestasi yang ingin melanjutkan S2 di INSUD akan diberikan bantuan beasiswa,β tutup Gus Iwan, sapaan akrab Rektor INSUD Lamongan.
Hadir dalam Wisuda Sarjana Strata 1 INSUD Lamongan, Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy, Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Dirut Perum Bulog Jazilul Fawaid, Bendahara Umum PBNU Gudfan Arif dan sejumlah undangan jajaran Satuan Angkatan Laut (KSAL) dan Kopertais wilayah IV Surabaya. [Mohamad Deny Irawan]





















