Washington, Gontornews — Sebuah dokumen Israel menunjukkan peristiwa yang menyebabkan empat anak Palestina tewas oleh serangan drone (pesawat tak berawak) pada tahun 2014.
Pembunuhan empat anak Palestina berusia 10 dan 11 tahun oleh serangan udara Israel di Pantai Gaza dalam perang 2014 sebenarnya bisa dicegah. Demikian isi dokumen internal yang dilihat oleh situs AS The Intercept.
Seperti dirilis Aljazeera, anak-anak itu dibunuh oleh pesawat tempur Israel yang menembakkan dua rudal. Rudal kedua menewaskan empat anak dan melukai beberapa lainnya.
Pada 16 Juli 2014, empat anak sedang bermain di dekat sebuah kontainer pengiriman di sebuah dermaga yang telah dihancurkan oleh serangan udara Israel sehari sebelumnya karena militer Israel mencurigainya digunakan sebagai tempat menyembunyikan senjata oleh Hamas.
Namun, para ahli, wartawan, dan saksi mata semuanya menyangkal bahwa senjata disimpan di dalam kontainer, karena tidak ada anggota Hamas yang terlihat di sekitarnya dan tidak ada ledakan kedua setelah serangan udara yang menghancurkannya.
Pada hari penyerangan, salah satu dari anak-anak memasuki sisa-sisa kontainer, dan terlihat oleh dua drone Israel, salah satunya bersenjata.
Seorang komandan angkatan udara Israel kemudian memerintahkan penembakan satu rudal, yang menewaskan anak itu di dalam kontainer.
Menurut kesaksian yang dilihat oleh The Intercept, personil militer Israel menduga anak-anak itu membawa senjata.
Setelah serangan rudal pertama itu, beberapa anak lain yang juga bermain di dekat kontainer mulai berlari dalam upaya untuk melarikan diri.
Sebuah gambar yang diambil oleh koresponden Aljazeera, Stefanie Dekker, tak lama setelah serangan rudal pertama menunjukkan empat anak melarikan diri.
Para operator pesawat tak berawak Israel, masih mengawasi dermaga, kemudian mengajukan beberapa pertanyaan kepada atasan mereka tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya. Setelah mereka tidak menerima jawaban pasti, operator drone menembakkan rudal kedua yang menewaskan tiga anak lainnya dan melukai beberapa lainnya.
Secara total, empat anak tewas dan empat lainnya luka-luka.
Menurut laporan, investigasi setelah kejadian oleh militer Israel gagal untuk menyelidiki perbedaan utama antara pernyataan oleh perwira militer tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Pernyataan dari personil militer Israel yang terlibat dalam insiden itu dikeluarkan beberapa bulan kemudian.
Mereka semua mengklaim tidak tahu target yang ditembak rudal-rudal itu adalah anak-anak. Mereka mengaku baru mengetahui setelah melihat rekaman live yang dikirim ke pangkalan udara dari tempat operasi itu dijalankan.
Peristiwa itu terjadi dalam perang Gaza tujuh minggu, yang terjadi pada bulan Juli dan Agustus tahun itu.
Lebih dari 2.250 warga Palestina, termasuk hampir 1.500 warga sipil, tewas dan 11.000 lainnya terluka dalam konflik itu, menurut perkiraan Palestina dan PBB.
Setidaknya 18.000 rumah warga Palestina hancur dan 73 fasilitas medis rusak parah.
Sebagian besar kerusakan terjadi akibat lebih dari 6.000 serangan udara Israel dalam waktu kurang dari dua bulan di daerah padat penduduk.
Di pihak Israel, 66 tentara dan enam warga sipil tewas. [Rusdiono Mukri]





















