Gaza City, Gontornews — Kelahiran bayi laki-laki bernama Waleed Shaath melengkapi jumlah penduduk Gaza, Palestina, menjadi 2 juta jiwa. Gaza menjadi wilayah terpadat penduduknya di Palestina.
“Sekarang ada lebih dari dua juta warga di Jalur Gaza setelah bayi Waleed Shaath lahir tadi malam di Rafah di Gaza selatan,” kata jurubicara Kementerian Dalam Negeri Iyad Bezm kepada AFP, Rabu (12/10).
Kementerian itu mengatakan penduduk Jalur Gaza kini 50,66 persen laki-laki dan 49,34 persen perempuan.
Sementara itu, bayi perempuan bernama Lana Ayad, lahir tak lama setelah Waleed, menjadi warga Gaza ke 2.000.001.
Menurut PBB, Gaza, daerah kantong kecil yang terjepit di antara Mesir, Israel dan Laut Mediterania, dengan lebar wilayah hanya 12 kilometer (7,5 mil), menjadi salah satu wilayah dengan penduduk terpadat di dunia.
Kondisi sosial-ekonomi di Gaza saat ini ada pada titik terendah sejak 1967 ketika Israel merebut wilayah itu dari Mesir dalam Perang Enam Hari.
Israel keluar dari Gaza pada tahun 2005, tetapi memblokade wilayah yang kini dikuasai oleh kelompok Hamas itu selama satu dekade. Sementara Mesir juga telah menutup perbatasannya dalam beberapa tahun terakhir.
Israel berpendapat blokade diperlukan untuk mencegah masuknya bahan yang dapat digunakan untuk tujuan militer, meskipun pejabat PBB telah menyerukan blokade akan segera diakhiri.
Israel dan militan Palestina di Gaza telah terlibat tiga kali perang sejak tahun 2008. [Rusdiono Mukri]





















