Jakarta, Gontornews — Bukan hanya kepada fakir dan miskin, kepada para mualaf pun Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan layanannya. BAZNAS membuka layanan kepada para mualaf untuk menguatkan akidah dan mendalami agama Islam. Layanan ini berupa Pendidikan Dasar Islam yang merupakan salah satu proses pembinaan terpenting bagi para mualaf ‘pascahijrah’.
Dikutip pusat.baznas.go.id Kepala Mualaf Center BAZNAS (MCB), Hadi Handoko menjelaskan bahwa mereka (mualaf) diberikan pendampingan dan bimbingan khusus secara intensif mengenai ajaran-ajaran agama Islam agar mampu melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Daurah Mualaf menjadi salah satu kegiatan pelayanan kepada mualaf untuk semakin memantapkan ketaatannya kepada Allah SWT. Kegiatan berbasis dana zakat ini berisi pembinaan tauhid, muhasabah serta manajemen qolbu kegiatan luar ruang.
Dalam kesempatan tersebut ada sekitar 150 peserta berasal dari berbagai lembaga pembinaan mualaf yang terdiri dari berbagai suku di Indonesia, antara lain PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia), HBMI (Himpunan Bina Mualaf Indonesia), Yayasan Karim OEI/Masjid Laotze, MCI (Mualaf Center Indonesia), MCD (Mualaf Center Darussalam), AMMA Foundation, LMA Masjid al-Azhar, Masjid Sunda Kelapa, Pondok Pesantren Mualaf An-Naba Center dan Pondok Pesantren Mualaf Nuu War Papua. “Semoga Daurah Mualaf juga dapat menjadi ajang silahturahim dan memperkuat dukungan sosial, psikologis, selain sebagai edukasi,” katanya
Selain acara ini, MCB secara rutin melaksanakan Sekolah Mualaf di hari Minggu. Sekolah dikhususkan untuk mualaf baru serta diperkenankan untuk umat Islam yang ingin lebih memahami agama Islam secara baik dan benar. “Sekolah yang kita desain dengan harapan agar menjadi acuan standar edukasi mualaf yang bisa direplikasi oleh seluruh BAZNAS daerah, lembaga-lembaga pembina mualaf nasional maupun internasional,” katanya. [M Khaerul Muttaqien/Rus]




















