Jakarta, Gontornews — Program Humanity Careline terdiri dari beberapa tahap dalam implementasinya. Adapun tahapan-tahapan itu terdiri dari: Tahap Persiapan, Tahap Pelaksanaan, dan Tahap Pasca Implementasi.
Direktur Program ACT Bambang Triyono menyatakan bahwa selain melakukan penyusunan sistem dan SOP pada tahap persiapan awal, tim program ACT juga menyiapkan sarana dan prasarana pendukung program lainnya.
“Pada tahap awal, kami melakukan persiapan sarana dan prasarana pendukung program seperti nomor bebas pulsa, relawan operator careline, penyediaan barang bantuan (pangan) dan lokasi-lokasi penempatan dan pengambilan barang. Lalu, kami juga melakukan seleksi dengan penyedia layanan jasa untuk memaksimalkan program ini. Sistem layanan dilakukan dengan penjaringan data penerima manfaat yang menyampaikan permintaan melalui Layanan Telepon Bebas Pulsa (0800-1-165-228),” jelas Bambang dilansir dari laman actnews, Sabtu (18/4).
Setelah proses layanan telepon tersebut, dilakukan proses administrasi data calon penerima manfaat. Kemudian, dilanjutkan dengan proses verifikasi data oleh tim verifikasi untuk menganalisis profil penerima manfaat.
Jika lolos proses verifikasi, data penerima manfaat terutama lokasi bermukimnya, akan diteruskan kepada tim distribusi untuk kemudian berkoordinasi dengan tim lapangan di titik pengambilan barang. Tim Distribusi Humanity Careline juga akan menginput data pada aplikasi Grab Express, sehingga pengantaran dapat dilakukan secara simultan ke beberapa lokasi sekaligus.
Bambang menambahkan, operator layanan Humanity Careline akan membuka sesi layanan pada sesi pagi (pukul 08.00 – 10.00) dan sesi siang (pukul 13.00 – 16.00). Layanan pengantaran dilaksanakan dalam dua sif, pengantaran pagi pada pukul 08.00 – 11.00 (dari layanan telepon sesi siang) dan pengantaran siang pada pada pukul 13.00 – 16.00 (dari layanan telepon sesi pagi). Pemetaan penerima manfaat berdasarkan kedekatan teritori atau arah antaran.
“Pada tahap terakhir, pengemudi ojek online mengambil paket ke titik pengambilan terdekat dari lokasinya berada, yang telah disiapkan oleh tim lapangan. Tim Lapangan akan mendata profil pengemudi ojek online, mendokumentasikan penyerahan paket OPG yang akan terhubung dalam aplikasi, lalu relawan operator layanan merekap dokumentasi dan laporan pengemudi ojol yg bertugas untuk dijadikan rekap harian,” jelas Bambang.
Layanan Antar Pangan Gratis juga bekerjasama dengan Kodam Jaya. Aster Kasdam Jaya Kolonel Inf. Jacky Ariestanto menjelaskan, pihaknya akan memberi dukungan dengan membuka titik pengambilan (pickup-point) di lima Kodim di Jakarta.
“Kami akan mendirikan titik pengambilan atau pickup-points di lima Kodim yang berada di wilayah DKI Jakarta untuk melaksanakan dukungan bantuan kepada warga yang membutuhkan bahan makanan, berupa beras 5 kilogram untuk satu kepala keluarga,” jelas Kolonel If. Jacky Ariestanto. Humanity Careline juga menjadi turunan Operasi Beras Gratis yang diluncurkan bersama TNI awal April lalu.
“Program Layanan Antar Pangan Gratis ini akan menjadi program jangka panjang, harapannya dapat berjalan tidak hanya selama pandemi Covid-19 selesai. Layanan Antar Pangan Gratis akan menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan pangan,” tutup Bambang. []





















Selamat siang pak,,kami dari keluarga TDK mampu tolong bantuannya… karena pandemi covid 19.ini cari duit semakin ssh.buat mkn sekeluarga aja saya sangat sulit.sedangkan SSP sekolah harus wajib di bayar setiap bln.sedangkan bapak saya TDK bisa bekerja karena sakit sdh 2thn.mohon bantuan nya pak.. alamat saya jalan duren sawit baru RT 001/011 Jakarta timur
Coba hubungi ACT di nomor 0800 1165 228. ini nomor bebas pulsa.