Ponorogo, Gontornews —Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor mengadakan sharing session bersama Diplomat Ahli Muda Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia (RI), Ustadzah Elizabeth Diana Dewi, B.Hsc, M.IR. Seorang alumnus Gontor Putri tahun 1999 yang melanjutkan pendidikan strata 1 di International Islamic University of Malaysia (IIUM) melalui skema beasiswa MoU antara Institut Studi Islam Darussalam (ISID) sekarang UNIDA Gontor dan IIUM.
Ustadzah Elizabeth Diana mengawali sharing session dengan pertanyaan dan memaparkan alur cara mahasiswa HI dalam melihat isu. Baginya, multidisipliner ilmu dalam Hubungan Internasional menjadi kelebihan yang harus dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa HI.
“sudah baca berapa buku kemarin?” Tanya Ustazah Elizabeth kepada semua peserta di hari Rabu (2/6).
“Alur yang harus dilakukan mahasiswa Hubungan Internasional dalam melihat suatu isu harus dengan membaca, menyimpulkan, melengkapi dengan data, dan belajar komparasi,” tambah Diplomat ini.
Ia juga meyakini bahwa dunia diplomasi yang luas memberikan kesempatan bagi tiap individu untuk menjadi diplomat versi multi track diplomacy.
Dalam sesi sharing session kali ini pemateri tidak hanya berbagi pengalaman menjadi staff KJRI dan keadaan politik di Turki, namun juga memberi tugas kepada seluruh mahasiswa yang hadir untuk menonton pidato Menteri Luar Negeri RI dalam sidang Majelis Umum PBB mengenai Palestina.
Acara yang berlangsung di Hall Siroh lantai 2 UNIDA Gontor ini di akhiri dengan tanya jawab. Di akhir sesi, Ustadzah Elizabeth Diana Dewi, B.Hsc, M.IR. mengatakan “jadi mahasiswa Hubungan Internasional UNIDA Gontor harus optimis. Seluruh mahasiswa merupakan generasi emas yang akan menjadi pemimpin di tahun 2030-2045. Nasib negara nanti akan bergantung pada generasi emas, maka lebih semangat baca, diskusi, dan menulis,” tutup Alumni Gontor Putri ini. [Abdul Latief/Hafidh]



















