Yangon, Gontornews – Sebanyak 63.000 warga dari 85 desa di kota Swar, Myanmar Tengah terpaksa harus mengungsi dari kediamannya setelah bendungan di kota Swar jebol, Kamis (30/8). Selain itu, musibah tersebut juga menutup sebagian besar jalan utama di kota Swar dan kota Yedashe yang berdekatan dengan Swar.
Sejumlah petugas pemadam kebakaran, tentara dan otoritas pemerintah setempat dikerahkan untuk mengevakuasi kemungkinan jatuhnya korban di sekitar wilayah bendungan.
Wakil Direktur Jenderal Departemen Irigasi dan Manajemen Pemanfaatan Air Myanmar, Zaw Lwin Tun, menuturkan bahwa jebolnya bendungan di kota Swar tersebut disebabkan oleh rusaknya lubang besar (Spillway) pada bendungan.
“Jebolnya (bendungan) ini disebabkan oleh rusaknya lubang besar pada bendungan (spillway),” ungkap Lwin Tun sebagaimana dilansir Reuters dari media lokal Global New Light of Myanmar.
“Bendungan itu dalam kondisi yang baik,” tambah Lwin Tun.
Sebagaimana diketahui, Bendungan di kota Swar, Myanmar mampu menampung sekitar debit air sebanyak 216,350 acre atau setara dengan 266.863.826.43 meter kubik. Meski demikian, media yang dikelola pemerintah menyebut banyak warga yang mengkhawatirkan lebihnya pasokan air di bendungan tersebut.
Selain memutus jalan utama dan menyebabkan puluhan ribu warga Swar mengungsi, jebolnya bendungan tersebut juga menyebabkan lalu lintas antara kota-kota utama di Myanmar seperti Yangon, Mandalay dan Nypytaw terhambat akibat rusaknya jembatan yang menghubungkan ketiga kota tersebut. [Mohamad Deny Irawan]






















