Damaskus, Gontornews — Bentrokan sengit mengguncang distrik timur ibukota Suriah, Damaskus, pada hari Ahad setelah pejuang pemberontak melancarkan serangan kejutan pada pasukan pemerintah.
Suara letusan senjata api dan meriam terdengar di seluruh Damaskus pada hari Ahad ketika faksi pemberontak bersekutu dengan afiliasi mantan al-Qaida, Jabhat Fateh al-Sham, melancarkan serangan terhadap posisi-posisi pemerintah di timur kota.
Bentrokan terjadi di sekitar Jobar dan Qaboun. Fraksi pemberontak ultrakonservatif Ahrar al-Sham mengatakan, para pejuang telah “membebaskan” wilayah itu.
Tahrir al-Sham, sebuah kelompok yang mewadahi pejuang garis keras yang didirikan oleh Jabhat Fateh al-Sham bulan lalu, Â dan faksi independen Failaq al-Rahman juga berpartisipasi dalam serangan itu.
Media pemerintah Suriah mengatakan, militer telah menghalau serangan oleh kelompok al-Qaida setelah mereka menyusup melalui terowongan di tengah malam.
Pemberontak meledakkan dua bom mobil sekitar pukul 5:20 pada hari Ahad dekat dengan wilayah Jobar. Tahrir al-Sham mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Pemberontak kemudian maju ke daerah Abbasiyah Square, merebut beberapa bangunan dan menembakkan rentetan roket ke beberapa wilayah Damaskus. Demikian menurut Rami Abdelrahman dari Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris sebagaimana dirilis Aljazeera.
Pasukan pemerintah merespons serangan itu dengan hampir selusin serangan udara di Jobar, tambahnya.
Pengendalian Jobar, yang telah menjadi medan pertempuran selama lebih dari dua tahun, dibagi antara pemberontak dan pejuang garis keras sekutu di satu sisi, dan pasukan pemerintah di sisi lain. Ini adalah salah satu dari tiga ‘kantong’ di ibukota Suriah yang masih di tangan oposisi. [Rusdiono Mukri]





















