Jakarta, Gontornews — Idul Adha merupakan hari raya untuk mengenang pengorbanan Nabi Ibrahim AS atas putranya Nabi Ismail AS yang mempunyai nilai-nilai kesalehan spiritual dan kesalehan sosial. Demikian Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Pusat KH Cholil Nafis menyampaikan dalam khutbah Idul Adha 1437 H di Masjid Istiqlal Jakarta, Senin (12/09). , yang bertema: “Berkurban Meningkatkan Solidaritas Kemanusiaan.”
Menurutnya, kesalehan spiritualnya adalah penyerahan diri kepada Allah SWT dan mengekang egoisme, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim as. Sedangkan kesalehan sosialnya tercermin dari semangat rela mengorbankan diri, seperti dalam diri Ismail (muda).
Kiai Cholil melihat, sikap kedua Rasul di atas, penting unik diteladani, utamanya generasi muda Indonesia. “Ismail adalah figur anak shaleh, jujur, generasi muda yang baik, berpandangan jauh ke depan atas dasar spiritualitas tinggi, berani mengambil sikap pada situasi sulit, rela berkorban dan berbakti pada orang tua.” ujarnya.
Lanjut Kiai muda itu menegaskan andai generasi muda Indonesia mampu meneladani Ismail, tentu bangsa ini akan bergerak lebih cepat ke arah yang lebih maju dan sejahtera. Terlebih, sejak 2012 lalu hingga 2035 ke depan, Indonesia dibanjiri generasi muda produktif (bonus demografi).
Dalam khutbah tersebut, Kiai Cholil juga mengupas tentang kisah Siti Hajar, Istri Nabi Ibrahim As yang berjuang dengan totalitas untuk mendapatkan keinginannya, daripada sekedar menangis putus asa dan menunggu keajaiban dari langit, yang dikenal sebagai Peristiwa Sa’i. [Muhammad Khaerul Muttaqien/DJ]





















