pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 30 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Nasional

Bertemu masyarakat Madura, HNW: Pancasila Buah Perjuangan Para Bapak Bangsa dan Ulama

Waspadai bahaya laten komunisme yang akan mengubah dasar negara Pancasila.

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
26 September 2021
in Nasional
0
Foto: Koleksi HNW

Sumenep, Gontornews — Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid di hadapan tokoh dan masyarat Madura mengajak umat Islam sebagai mayoritas di Indonesia untuk menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang di dalamnya mengandung prinsip soal religiusitas, toleransi, peradaban, keadilan hukum, gotong royong, solidaritas dan kebersamaan yang merupakan warisan perjuangan dari para tokoh bangsa dari kalangan politisi maupun para ulama. Termasuk tokoh ulama Madura yakni Syaikhona Kholil melalui para murid dan pengikutnya seperti KH Hasyim Asyari, KH A Dahlan, dan KH Mas Mansoer.

Menurut Hidayat, saat ini masih saja ada sekelompok orang yang memperjuangkan dan  menghidupkan kembali ideologi yang bertentangan dengan Pancasila seperti liberalisme, kapitalisme, separatisme, atheisme, komunisme, radikalisme dan terorisme. Sekalipun dilakukan dengan gaya baru, komunisme misalnya, sekarang dilakukan tidak dengan pemberontakan, namun melalui pemolesan sejarah maupun pengaburan sejarah pemberontakan PKI terhadap pemerintah  RI yang sah. Banyak pimpinan AD dan ulama atau santri yang dibunuh PKI saat pemberontakan dan kudeta untuk menguasai negara dan mengubah ideologi Pancasila menjadi Komunisme, tapi mereka justru ditampilkan menjadi korban.

“Tetapi, pemutarbalikan dan pengaburan sejarah seperti itu, akan mudah dikoreksi kalau warga Indonesia termasuk umat Islam di dalamnya bersatu padu memahami sejarah dan mengamalkan Pancasila dengan sebenarnya,” ujar Hidayat dalam Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI secara hybrid di Kabupaten Sumenep, Sabtu (25/9/2021).

Acara tersebut diselenggarakan di Yayasan Dakau Lamak, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Turut hadir di antaranya H Ahmad Machsuni sebagai perwakilan Bupati Kabupaten Sumenep, Ketua Yayasan Dakau Lamak Dr Hidayaturrahman, Wakil Ketua MUI Sumenep, Ketua DPW PKS Jawa Timur Irwan, Ketua DPD PKS Kabupaten Sumenep, beserta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh nelayan Madura.

BACA JUGA

JATMA Aswaja Dukung Penguatan Ekonomi dari Desa

Sambutan Presiden Prabowo pada Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

Menag Nasaruddin Umar: Satu Abad Bukti Ketangguhan Gontor

Mendiktisaintek Brian: Semoga Gontor Terus Maju Menjaga Nilai-nilai Keislaman

Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

HNW menjelaskan, selain untuk mengatasi masalah komunisme dan lain-lainnya yang sudah klasik, masyarakat juga perlu disegarkan pemahaman dan komitmennya terkait 4 pilar MPR RI, agar selalu dapat waspada dan bersama negara bisa mengatasi tantangan zaman seperti dampak-dampak dari Covid-19, persaingan global, tantangan OPM di timur, dan penggerogotan kedaulatan Indonesia di laut Natuna utara.

Ia mengajak warga Indonesia, khususnya umat Islam , mayoritas mutlak penduduk Indonesia, untuk mengingat dan menghargai dan meneladani para ulama, di antaranya Syaikhona Kholil dan muridnya yakni KH Hasyim Asyari yang melahirkan resolusi Jihad, sebagai fatwa bagi para santri dan kiai untuk berjuang mempertahankan  keutuhan Indonesia dengan menerima Pancasila dan perubahan Sila Pertamanya, serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan kembali Belanda. Para ulama telah memberikan contoh yang dicatat sejarah bahwa dalam kondisi apa pun umat Islam tetap berada di garda terdepan dalam menghadapi berbagai tantangan dan serangan terhadap Pancasila dan NKRI.

“Jangan sampai umat Islam dipecah belah dan dihadap-hadapkan dengan Pancasila. Karena hadirnya Pancasila seperti sekarang ini justru merupakan peran besar selain dari Bapak-bapak Bangsa dari kalangan nasionalis kebangsaan, juga dari Bapak-bapak Bangsa dari kalangan nasionalis agama seperti para ulama dari NU, Muhammadiyah, partai-partai Islam, serta para habaib. Karenanya wajar bila Pancasila dipahami umat Islam sebagai sesuai dengan 5 prinsip tujuan ber-Islam. Sementara PKI, tidak terlibat mempersiapkan Indonesia Merdeka dengan Pancasilanya, UUD 45-nya, NKRI-nya, tapi justru dua kali melakukan pemberontakan yang akan mengubah dasar negara Pancasila dengan ideologi Komunisme,” tambahnya.

HNW juga menyampaikan bahwa sosialisai 4 pilar bukan hanya untuk rakyat, melainkan juga untuk Pemerintah, agar Pemerintah menjalankan amanah dari Undang-Undang Dasar NRI 1945 seperti melindungi segenap bangsa Indonesia untuk memajukan kesejahteraan umum dan menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jika itu dilaksanakan, maka jeritan para petani garam, petani cabai, petani padi seharusnya tidak terjadi, apalagi sampai ditangkap polisi akibat jeritan yang menuntut kehadiran dan keadilan dari Pemerintah tersebut, agar bentuk NKRI dan slogan Bhinneka Tunggal Ika tetap dapat dipertahankan dan dilaksanakan.

HNW menyebutkann, saat ini memang sedang mengemuka usulan perubahan Undang-Undang Dasar, di antaranya dalam rangka memasukkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) dan memperpanjang masa jabatan Presiden. HNW menjelaskan, perubahan UUD merupakan hak konstitusional yang diatur oleh UUD NRI 1945 (Pasal 37 ayat 1, 2) yaitu untuk mengubah UUD harus diusulkan secara tertulis oleh sekurang-kurangnya 1/3 MPR atau 237 orang anggota MPR.

Menurutnya, sampai hari ini tidak ada satu pun anggota MPR yang mengajukan usulan tersebut, sehingga isu perubahan UUD yang beredar lebih banyak dihembuskan oleh relawan, lembaga survei atau para pengamat politik. HNW yang merupakan Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini menyebutkan, perubahan UUD untuk penambahan masa jabatan Presiden tegas menolaknya karena mencederai semangat reformasi.

“Pasal 7 UUD mengenai pembatasan masa jabatan Presiden merupakan tuntutan Reformasi, maka itulah pasal yang pertama kali diubah oleh MPR, sehingga Presiden hanya bisa menjabat 5 tahun maksimal selama dua periode. Itulah semangat Reformasi yang jangan sampai dikhianati, dan kami di MPR tegak lurus dengan spirit Reformasi dan ketentuan Konstitusi, dan karenanya MPR sama sekali tidak mempunyai agenda untuk mengubah Pasal 7 UUD tersebut. Dengan demikian diharapkan agar semakin memahami Pancasila dan UUD NRI 1945, maka cita-cita Proklamasi dan Reformasi dapat diwujudkan. Dan keteladanan Bapak-bapak Bangsa termasuk dari kalangan ulama seperti Syaikhona Kholil dapat terus dihadirkan, bahkan diperjuangkan kalau murid-muris Syaikhona Kholil seperti KH Hasyim Asyari dan KHA Dahlan yang sudah diakui oleh Pemerintah dan dianugerahkan gelar Pahlawan Nasional, sangat wajar bila guru mereka yaitu Syaikhona Kholil juga dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah,” pungkasnya.[]

Tags: Konunisme
Share9Tweet6Send
Previous Post

UEA Umumkan Kabinet Baru

Next Post

Kuwait Desak Iran Bangun Kepercayaan di Kawasan

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

25 September 2026
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Sosiologi Ketahanan Gontor

24 September 2026
al amien prenduan

Keluarga KH Moh. Tidjani Djauhari Terima ‘100th Gontor Awards’ di Peringatan Satu Abad Gontor

22 September 2026
Ketika Menjadi ‘Setengah Santri’ di Gontor

Ketika Menjadi ‘Setengah Santri’ di Gontor

24 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

0
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

0
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

0
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

0
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

0
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

29 September 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

29 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result