Jakarta, Gontornews – Pemerintah akan menurunkan harga BBM nonsubsidi Rp 200/liter mulai Rabu 30 Maret 2016. “Besok kita turunkan seperti Pertalite jadi Rp 7.100 per liter, Pertamax jadi Rp7.500 tiap liter,” kata Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang seperti dikutip antaranews.com, Selasa (29/3).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengungkapkan, harga minyak yang menurun, nilai tukar rupiah yang membaik, sampai dengan mata rantai pasokan minyak yang makin efisien menjadi salah satu alasan pemerintah mengeluarkan kebijakan tersebut. “Mulai 1 April akan kami tetapkan harga BBM untuk periode bulan April-Juni,” ujar Sudirman kepada wartawan di Jakarta.
Penurunan harga BBM ini diharapan bisa memberikan keuntungan, terutama menekan laju infasi menjelang hari raya Idul Fitri yang biasanya menekan harga komoditas pangan. “Kami akan lihat suatu formula harga keekonomian. Artinya, ada simpanan jaga-jaga kalau Juli harganya naik,” kata pria kelahiran Brebes, 16 April 1963, ini.
Penurunan harga BBM ini berlangsung pada periode 1 April – 31 Juni 2016. Namun harga ini dimungkinkan akan kembali naik pada 1 Juli 2016, sesuai siklus triwulan pemerintah yang merevisi harga BBM. Artinya, menjelang lebaran dan liburan sekolah, pemerintah menyiapkan skenario lebih baik sekarang harga BBM tidak diturunkan terlalu besar agar kenaikan harga BBM pada triwulan selanjutnya juga tidak terlalu besar.
Di samping itu, sebelum harga BBM bersubsidi itu turun, pemerintah juga akan menurunkan harga BBM nonsubsidi Rp 200/ liter mulai Rabu 30 Maret 2016. “Besok kita turunkan seperti Pertalite jadi Rp 7.100 per liter, Pertamax jadi Rp7.500 tiap liter,” kata Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang seperti dikutip antaranews.com, Selasa (29/3).
Bambang mengutarakan, penurunan harga BBM ini diyakini tidak akan berdampak signifikan terhadap harga barang-barang, tidak seperti kenaikan harga BBM yang biasanya selalu diikuti oleh kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok. Selama ini terbukti ketika harga BBM turun, tidak otomatis diikuti penurunan harga barang-barang pokok. Sebaliknya kalau harga BBM naik walau cuma Rp 200 per liter pasti harga-harga ikut naik bahkan bisa terjadi inflasi. “Januari kemarin turun lumayan besar, tapi harga beras, daging naik,” tuturnya. (Ahmad Muhajir)





















