London, Gontornews — Sejumlah petinggi rumah sakit di Inggris, Kamis (1/9/2022), memperingatkan bahwa anggaran perawatan mungkin mengalami pemotongan seiring kenaikan tagihan energi yang besar selama beberapa bulan terakhir. Kepada jurnal medis BMJ, para petinggi menyebut bahwa tagihan energi dalam beberapa bulan terakhir meningkat hingga dua kali lipat.
Konfederasi National Health Services (NHS) mengatakan bahwa akan ada efek lanjutan seiring dengan peningkatan angka tagihan dari sektor energi ini.
“Kesenjangan dalam pendanaan dari kenaikan inflasi (berdampak) pada lebih sedikit staf yang dipekerjakan. (Tidak hanya itu) waktu tunggu yang lebih lama untuk perawatan serta area perawatan pasien lainnya juga akan mengalami pengurangan,” ungkap pemimpin Konfederasi NHS, Rory Deighton, sebagaimana dilansir AFP.
“Kegagalan dalam memberikan kompensasi kepada NHS terkait inflasi hanya akan meningkatkan tekanan pada pelayanan kesehatan,” sambung Deighton.
Inflasi di Inggris telah mencapai level tertinggi dalam 40 tahun hingga mencapai 10,1 persen. Angka ini juga bisa memicu kenaikan suku bunga menjadi 18 persen atau lebih pada tahun depan. Pekan lalu, pemerintah telah mengeluarkan peringatan kepada kelompok rumah tangga terkait kenaikan biaya gas dan listrik hingga 80 persen pada bulan Oktober.
Pemerintah bahkan memprediksi kenaikan tagihan biaya gas dan listrik akan berlanjut hingga tahun depan. Tetapi para pelanggan non-domestik tidak mengeluhkan kenaikan harga energi tetapi lebih rentan terhadap lonjakan harga grosir. Beberapa pebisnis bahkan telah menutup beberapa unit usahanya jika pemerintah tidak melakukan apa pun untuk membantu.
Deighton dari Konfederasi NHS mengatakan Perdana Menteri baru Inggris, yang akan dilantik minggu depan, perlu segera bertindak untuk mengimbangi kenaikan biaya hidup.
“NHS membutuhkan setidaknya 3,4 miliar poundsterling untuk menebus inflasi selama tahun ini saja, dan itu sebelum kita menghadapi musim dingin dengan harga energi grosir yang lebih tinggi,” tambahnya.
Bos Deighton, kepala eksekutif Matthew Taylor, mengatakan kepada The Guardian pekan ini bahwa NHS berada dalam situasi terburuk. Pasalnya tingginya tagihan energi juga menimbulkan masalah baru termasuk kekurangan staf kronis, departemen kecelakaan dan gawat darurat yang penuh sesak, penundaan ambulans dan daftar tunggu yang panjang untuk perawatan. [Mohamad Deny Irawan]























