Yangon, Gontornews – Seorang blogger muslim asal Myanmar, Win Lae Phyu Sin, membuat sebuah postingan langka. Dalam blognya, wanita berusia 19 tahun tersebut meemposting tutorial menggunakan jilbab di akun media sosial, Facebook.
Hal ini sontak menjadi pembicaraan di dunia internasinal, menyusul tidak diakuinya etnis minoritas muslim Rohingya dalam sistem kewarganegaraan Myanmar. Mayoritas masyarakat Myanmar sendiri adalah beragama Budha sedangkan populasi muslim di Myanmar hanya 5% dari 50 juta penduduk Myanmar.
“Saya tidak menyesali keputusan saya untuk menggunakan jilbab,” kata Phyu Sin sebagaimana dilansir reuters.
“Tuhan telah membukakan banyak jalan bagi saya. (sedangkan) hijab adalah kunci bagi saya. Saya bisa menggunakannya untuk pergi kemana saja dan melakukan apa saja yang saya inginkan,” tambah Phyu Sin.
Bagi sebagian siswa di tempatnya sekolah, Phyu Sin merupakan contoh yang baik dan upaya membangun kembali kebanggaan akan identitas yang selalu dipertayakan oleh sesama warga Budha.
“Saya melihat dia menjelaskan make up sambil mengenakan jilbab dan itu luar biasa indah,” kata rekannya, Hay Mann Aung.
“Aku ingin secantik dia,” tambahnya.
Sejumlah warga net mengkritik postingan Phyu Sin dan mempertnyakan mengapa dirinya enggan melepas jilbab saat sedang suting. “Tidakkah kamu tahu, kamu akan masuk ke neraka karen akamu melakukan itu? mengapa anda tidak melepas jilbab saaat suting?” kata seorang warga net yang mengkritik Phyu Sin.
“Saya akan terus melakukan ini, karena ini adalah passion saya,” pungkasnya sambil berujar bahwa dirinya akan tetap melakukan tutorial menggunakan jilbab di akun media sosialnya. [Mohamad Deny Irawan]





















