Pasuruan, Gontornews — Ekonomi nasional yang melambat, tak membuat kinerja Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT UGT Sidogiri – kabupaten Pasuruan dalam memberikan pelayanan kepada para anggotanya merosot. Terbukti dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) membuktikan mampu dalam membukukan Sisa Hasil Usaha (SHU) setelah zakat dan beban akhir tahun sebesar Rp. 71, 775 milyar.
Dengan jumlah SHU tersebut membuat KSPPS BMT UGT Sidogiri tahan banting terhadap melambatnya ekonomi. Penegasan ini disampaikan oleh ketua pengurus KSPPS BMT UGT Sidogiri KH. Mahmud Ali Zain dalam kata sambutannya dimana pendapatan SHU tersebut tidak merosot sama sekali, tahun kemarin 15,02 % dan tahun sekarang 15,01.
“Jadi tidak merosot tajam, apalagi dengan kondisi ekonomi yang melambat saat ini,”paparnya (23/2)
Selain pendapatan SHU yang signifikan, jumlah aset KSPPS BMT UGT Sidogriri juga mengalami kenaikan sebesar Rp 2,254 triliun. Dengan jumlah asset terbesar tersebut KSPPS BMT UGT Sidogiri merupakan koperasi syariah terbesar di seluruh Indonesia.
Sementara dalam kinerja keuangan lainya, koperasi yang memiliki jumlah anggota 18.060 orang dan memiliki kantor cabang dan cabang pembantu 288 kantor yang tersebar di Jawa dan luar Jawa tersebut, memiliki non performing financing (NPF) sebesar 2,61 persen di tahun 2017. Serta financing to deposit ratio (FDR) sebesar 74, 13 persen, capital adequacy ratio (CAR) 18,58 persen dan return on equity (ROE) 20,63 persen di tahun yang sama.
“Dengan pencapaian ini kami berharap agar kinerja tersebut terus dipertahankan oleh pengurus dan pengelola KSPPS BMT UGT Sidogiri,”terangnya Ali Zain.
BMT UGT Sidogiri Bantu Kenaikan PDB
Sementara Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayogo, dalam kata sambutannya mengapresiasi kinerja yang dilakukan oleh KSPPS BMT Sidogiri, bahkan dia menyebut juga, kenaikan produk domestic bruto (PDB) yang terjadi saat ini tidak lepas dari keandilan koperasi syariah bernama KSPPS UGT Sidogiri – Pasuruan. “Jadi pertumbuhan PDB koperasi hanya 1,7% kini menjadi 4,1% tidak lepas dari kontribusi kinerja usaha yang dijalankan oleh KSPPS BMT Sidogiri,”tandasnya.
Selain mendorong agar koperasi syariah terus meningkatkan pertumbuhan PDB, Menkop UKM berharap agar kualitas KSPPS terus diperhatikan. Menurutnya dengan koperasi yang berkualitas akan berdampak terhadap pemerataan dan kesejahteraan para anggota. Hal itu bisa dimulai dan diinisiasi oleh KSPPS BMT Sidogiri – Pasuruan. (Fathurroji)



















