Jakarta, Gontornews — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa bantuan dana rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Selatan telah cair. Secara total, dana yang digelontorkan oleh pemerintah pusat ke daerah terdampak bencana mencapai 1,9 Triliun Rupiah.
“Penandantangan ini dalam rangka menindaklanjuti arahan Wakil Presiden RI pada saat kunjungan lapangan (7/10) yang mengamanahkan untuk segera memberikan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi agar dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk membangun kembali. BNPB akan mengawal betul setiap proses rekonstruksi dan rehabilitasi ini dengan baik,” ujar Deputi bidang rehabilitasi dan rekonstruksi BNPB, Rifai sebagaimana dilansir laman resmi BNPB.
Hadir dalam acara penandatanganan tersebut, Walikota Palu, Bupati Sigi, Donggala dan Parigi Moutong. Acara penandatanganan ini diselenggarakan di aula Sutopo Purwo Nugroho, Jakarta, Selasa (8/10).
Dari total 1,9 Triliun Rupiah dana yang diajukan oleh BNPB ini, Kota Palu menerima Rp 820.653.280.000, Kabupaten Sigi memperoleh Rp 568.663.780.000, Kabupaten Donggala menerima Rp 516.780.890.000 dan Kabupaten Parigi Moutong menerima bantuan sejumlah Rp 66.361.850.000. Dana ini diharapkan dapat dipergunakan untuk membangun 85.763 unit hunian tetap di kota terdampak bencana.
Sebelum memberikan bantuan ini, BNPB juga telah menyalurkan dana hibah dari luar negeri senilai total 235 Miliar Rupiah untuk merehabilitasi 4.522 rumah yang rusak berat di empat kabupaten/kota di Sulawesi Tengah tersebut.
Setelah menandatangani perjanjian hibah daerah in, pemerintah daerah selaku penerima hibah harus melengkapi berkas-berkas administrasi dan mematuhi semua persyaratan yang diperlukan agar proses penyaluran dapat terlaksana penuh. Adapun mekanisme pengelolaan hibah akan menggunkana mekanisme APBD dan pemanfaatannya selama 12 bulan terhitung sejak dana diterima di rekening kas umum. [Mohamad Deny Irawan]





















