Jakarta, Gontornews – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis informasi yang menyebutkan tanah longsor sebagai bencana paling mematikan sepanjang 2016. Longsor menyebabkan 188 jiwa tewas. Angka ini lebih tinggi dibanding tahun 2015 yang hanya 135 tewas.
Sedangkan kebakaran hutan dan lahan selama 2016 dapat dikendalikan dengan baik. Pencegahan serius yang dilakukan oleh pemerintah dan pemerintah daerah telah menyebabkan jumlah titik panas menurun hingga 80 persen dibandingkan tahun 2015.
Daerah-daerah langganan kebakaran hutan dan lahan seperti di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan mampu dikendalikan dengan baik sehingga kebakaran tidak meluas. Tidak ada daerah di Sumatera dan Kalimantan yang tertutup asap pekat seperti halnya tahun 2015.
Sedangkan untuk bencana geologi, selama 2016 terjadi 5.578 gempa bumi atau rata-rata 460 gempa setiap bulan, dan 12 gempa di antaranya merusak. Berdasarkan kekuatannya, terdapat 181 kali gempa di atas 5 Skala Richter (SR), 10 kali gempa dengan kekuatan 6-6,9 SR dan 1 kali gempa berkekuatan 7,8 SR.
Gempa paling merusak adalah gempa Pidie Jaya 6,5 SR, Rabu (7/12), yang menewaskan 103 jiwa, 267 luka berat, 127 luka ringan, 91.267 jiwa mengungsi, 2.357 rumah rusak berat, 5.291 rumah rusak sedang, 4.184 rumah rusak ringan dan kerusakan lainnya.
Kejadian gempa 7,8 SR dan tsunami kecil (2/3) memberikan pembelajaran bahwa peringatan dini sudah berjalan dengan baik. Namun masih ada masalah di hilirnya yaitu respon Pemda dan masyarakat saat terjadi peringatan dini tsunami.
Sedangkan untuk bencana letusan gunung api terbilang normal. Rinciannya, 1 gunung api berstatus Awas (level 4) dan 15 gunung api berstatus Waspada (level 2). Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara paling sering meletus sepanjang 2016.
Hingga saat ini masih ada 9.319 jiwa dari 9 desa di sekitar Gunung Sinabung yang mengungsi. Selain itu, 4.967 jiwa warga di lereng Sinabung dari 4 desa yang dalam persiapan relokasi mandiri. [Mohamad Deny Irawan/Rus]




















