Assalamu’alaikum wr wb. Sejak menjadi santri di pondok pesantren alumni Gontor, saya sering membaca dan mengamati isu-isu dan berita yang dimuat di Majalah Gontor. Setelah lulus sarjana sampai sekarang pun saya membaca Majalah Gontor. Saya merasakan ada kehati-hatian yang sangat dijaga mengenai isu-isu tertentu dan juga gaya bahasanya, sehingga seolah-olah majalah ini tidak bebas mengungkapkan berita tertentu. Pertanyaan saya, apakah memang ada faktor yang membatasi Majalah Gontor ini sehingga terkesan takut dalam mengungkapkan isu-isu tertentu?
Wassalam
Sairul, Buton
Redaksi: Wa ‘alaikum salam wr wb. Terima kasih untuk Akhi Sairul yang sudah menjadi pembaca setia Majalah Gontor. Dalam menulis dan mempublikasikan berita atau artikel lainnya, Redaksi Majalah Gontor selalu berpedoman pada visi dan misi majalah ini. Selain itu juga senantiasa berpedoman pada ajaran dan nilai-nilai Pondok Modern Gontor karena majalah ini merupakan media resmi dan milik Pondok Modern Darussalam Gontor. Visi Majalah Gontor yaitu membangun peradaban Islam. Sedangkan Misinya: (1) Menegakkan akhlakul karimah, (2) Menyebarkan ilmu pengetahuan Islam, (3) Meningkatkan kualitas pendidikan umat, (4) Merekatkan umat (ukhuwah Islamiyah), dan (5) Membela kepentingan umat.




















