Oleh Ahmad Sastra, Dosen Filsafat
Demokrasi adalah ideologi transnasional yang berasal dari Yunani dan dikembangkan oleh Amerika dengan tujuan menjajah dan memecah belah negeri-negeri Muslim. Dengan landasan paradigma sekulerisme, demokrasi adalah anti-Tuhan. Itulah mengapa jargon demokrasi adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Artinya dari manusia, oleh manusia dan untuk manusia. Demokrasi melarang Tuhan mengurus negara.
Kebenaran demokrasi ditentukan oleh suara terbanyak yang kemudian mengantarkan kepada kemenangan dan kekuasaan. Sokrates sendiri menentang postulat demokrasi bahwa kebenaran ditentukan oleh suara manusia terbanyak. Sokrates lebih memilih mati minum racun daripada harus mengakui kesesatan demokrasi.Β
Sebagai alat penjajahan, maka agar demokrasi bisa diterapkan di suatu negeri Muslim, maka dipilihlah orang-orang yang mau mengkhianati agama atau sekuler. Merekalah yang kemudian dijadikan boneka asing untuk bisa melanggengkan demokrasi. Melalui partai-partai sekuler, hegemoni penjajahan demokrasi bisa mulus berjalan, sebab ada segudang uang yang bisa dinikmati.
Bahkan lebih dari itu, anggota partai dijadikan sebagai agen-agen demokrasi yang bisa melenggang menjadi pemimpin sebuah negeri. Baik sebagai ketua umum maupun sekedar sebagai petugas partai. Jika ketua umum partai jadi presiden maka namanya boneka asing, namun jika petugas partai yang jadi presiden, maka namunya bonekanya boneka asing.Β
Apa yang kemudian terjadi adalah hilangnya kedaulatan negara. Sebab negara yang dijajah tidak lagi punya kedaulatan.
Adalah bohong besar jika negeri ini dikatakan berdaulat. Buktinya makin berganti rezim, negeri ini justru bertambah miskin. Sumber daya manusia makin dikeruk oleh asing, rakyat tak lagi kebagian. Tanah-tanah di negeri ini 70 persen lebih sudah milik asing dan aseng, bukan lagi milik rakyat. Secara de jure, dengan demokrasi, negeri ini hakekatnya telah tergadai.
Akan lebih parah lagi jika tenaga asing masuk secara berduyun-duyun, sementara rakyatnya sendiri banyak yang menganggur. Lebih ironis lagi, jika rakyat jelata bekerja di perusahaan-perusaan asing dengan sistem kontrak dan gaji minim. Ibarat pepatah : menjadi budak di rumahnya sendiri, menjadi jongos di negerinya sendiri.
Ideologi kapitalisme demokrasi sekuler adalah alat penjajahan di negeri-negeri muslim yang pada akhirnya memecah belah muslim dengan sekat-sekat nasionalisme dan menjadi budak kaum kapitalis. Sementara rakyat yang menjadi komprador adalah mereka yang berkhianat kepada negara dan agama. Sejak zaman penjajahan belanda, selalu ada anak bangsa yang rela memakan tulang saudaranya sendiri dengan menjadi antek penjajah.
Ideologi komunisme sosialisme ateis lebih parah lagi. Ideologi ini bahkan mengganggap tuhan telah mati dan mengganggap agama sebagai candu. Jika komunisme telah menjajah negeri muslim, maka muslim dipaksa untuk menjadi ateis dengan segala macam cara yang kejam dan biadab. Materialisme pragmatisme adalah segalanya bagi kaum komunis. Mereka begitu membenci agama, terutama Islam.
Karl Marx dalam The Contribution of The Critique of Hegelβs Philosophy of Right (1844) mengatakan : Religion is the sight of the oppressed creature, the heart of a heartless world, and the soul of souless conditions. It is the opium of the people (agama adalah nafas makhluk yang tertindas, hati dunia yang tak berhati, dan jiwa dari kondisi yang tak berjiwa. Agama adalah candu masyarakat).
Pemikiran Marx dipengaruhi oleh Ludwig Andreas Feurbach (1818 β 1883) tokoh ateisme dalam βThe Essence of Christianityβ, menurut Feurbach yang bersifat tuhan produk impian dari yang nyata. Keberadaan, eksistensi mendahului pikiran, dalam arti bahwa orang tidak merenung tentang dunia, sebelum dia bergerak di dalam dunia itu. Pikiran adalah kelanjutan dari βadaβ, dan βadaβ bukan merupakan kelanjutan dari pikiran.
Religion is the disuniting of man from himself ; he sets god before him as the antithesis of himself god is not what man is-man is not what god is. God is the infinite, man the finite being; god is perfect, man imperfect; god eternal, man temporal; god almighty, man weak; god holy, man sinful. God and man are extremes; god is the absolutely positive, the sum of all realities; man the absolutely negative, comprehending all negations.
Dalam pandangan filsafat Feurbach diatas, tuhan itu hanya bisa ada selama manusia bertentangan dengan dirinya sendiri dan sepanjang manusia mengasingkan diri dari pribadinya. Tuhan adalah ciptaan impian dan kepadanya manusia telah memproyeksikan kekuatan dan kemampuannya yang setinggi-tingginya, dan demikian dilihat sebagai sempurna dan maha kuat, sebaliknya menjadikan manusia tampak sebagai terbatas dan tidak sempurna. Hanya ada tiga ideologi di dunia ini, Islam, kapitalisme dan komunisme.
Kapitalisme melahirkan demokrasi sekuler dan komunisme melahirkan sosialisme ateis. Sementara Islam adalah ideologi yang melahirkan daulah Islam yang kaffah dan sempurna. Selain ketiga ideologi itu hanyalah sebatas sets of Philosophy semata. Nilai-nilai luhur berkebangsaan bukanlah ideologi, hanya semacam norma etis yang relatif.
Sementara ideologi Islam adalah sempurna, tidak sekuler apalagi ateis. Islam sebagai ideologi sempurna dari Allah Sang Pencipta manusia dan alam semesta sepenuhnya mempercayai Allah sekaligus menerapkan hukum-hukumnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Allah Maha Tahu yang terbaik bagi manusia, itulah mengapa jika hukum Islam diterapkan secara kaffah, maka akan lahir kebaikan bagi seluruh manusia tanpa memandang agama, ras, suku bangsa dan warna kulit.
Michael D Hart, seorang cendekiawan Barat bahkan menempatkan Rasulullah sebagai urutan pertama tokoh dunia paling agung dan berhasil dalam menegakkan peradaban kemanusiaan. Menurutnya, Muhammad adalah satu-satunya orang yang berhasil meraih kesuksesan luar biasa dalam hal dunia maupun agama. Dia sukses memimpin masyarakat yang awalnya terbelakang dan terpecah belah menjadi bangsa maju yang bahkan sanggup mengalahkan pasukan Romawi di medan pertempuran.
Warisan sejarah bukanlah sekedar sebuah romantisme tanpa makna atau hanya sekedar menjadi berhala tanpa ruh yang dibanggakan dan diceritakan dimana-mana. Sejarah juga bukan sekedar dokumentasi naratif yang hanya dipampang di rak-rak perpustakaan. Sejarah Rasulullah (sirah nabawiyah) adalah sebuah warisan nilai yang dibangun diatas keyakinan dan ghirah perjuangan. Karenanya sirah nabawiyah bukan sekedar warisan konseptual belaka melainkan juga merupakan warisan metodologis yang bisa kita aplikasikan pada masa kini untuk meraih kemajuan Islam hari ini.
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (QS Yusuf : 111).
Untuk itu dalam rentan pengulangan sejarah ini, seorang muslim adalah yang tetap tegas berdiri dalam perjuangan menegakkan ideologi Islam sebagaimana Rasulullah. Seorang muslim akan menolak dengan tegas segala ideologi setan yang akan menjajah negerinya. Indonesia hanya akan merdeka, berdaulat dan penuh keberkahan dengan ideologi Islam. Sebaliknya jika demokrasi dan komunisme yang diterapkan, maka hanya kerusakan yang akan mengabadi di negeri ini.
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik. (QS An Nuur : 55).
Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS Al Aβraaf : 96)
Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu Lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (QS An Nashr : 1-3). []






















