Judul : Budaya dan Negara; Refleksi Atas Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
Penyunting : Dr Ma’mun Murod Al-Barbasyi, Dr Endang Sulastri, Djoni Gunanto M.Si
Penerbit : Suara Muhammadiyah
Cetakan : Pertama, 1 Oktober 2018
Tebal : viii + 130 hlm
Jakarta, Gontornews– Meskipun masih kerap terjadi kejadian-kejadian intoleransi dan bahkan konflik yang berdimensi agama, namun sulit untuk menyebut Indonesia sebagai negara intoleran. Kalau dibandingkan dengan negara-negara yang mempunyai tingkat heterogenitas yang hampir sama dengan Indonesia.
Sebut saja Pakistan, India, Nigeria dan Afghanistan, maka posisi Indonesia termasuk negara yang paling toleran.
Toleransi di Indonesia terbangun dari bawah melalui budaya-budaya yang berkembang di masyarakat yang banyak menawarkan watak budaya yang toleran.
Cukup banyak daerah di Indonesia yang dengan kearifan lokalnya mempunyai budaya yang menjunjung tinggi toleransi, terutama toleransi dalam hal yang berkenaan dengan keberagamaan. Nilai-nilai toleran yang muncul dari budaya lokal inilah yang kemudian diadopsi menjadi rumusan ideologi negara.
Sila pertama Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa dan juga pasal 29 Ayat 1 dan 2 UUD NRI tahun 1945 menegaskan wajah ideologi negara yang menghargai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Buku yang ada di tangan pembaca ini merupakan bunga rampai yang mengupas tuntas tentang keterkaitan budaya dan negara dalam hal toleransi kerukunan umat beragama.
Bagian kalangan agamawan dan juga para pengambil kebijakan terkait dengan toleransi dan kerukunan umat beragama, buku ini penting untuk dibaca tuntas. Begitupun bagi masyarakat umum. Selamat membaca. [Muhammad Khaerul Muttaqien]





















