Judul : Muslimah on Fire
Penulis : Burhan Sodiq dkk
Penerbit : Gazzamedia
Cetakan : 2019
Ukuran : 14 x 20.5 cm
Tebal : 120 Halaman
Begitu banyak Muslimah tapi hanya sedikit yang mau berdakwah. Lulusan pesantren banyak, tapi hanya sedikit yang mau jadi penceramah dan ustadzah. Orang berkerudung lebar sangat banyak tapi sedikit yang mau mengambil kiprah. Mengapa hal ini terjadi? Apa yang salah dengan semua ini?
Setidaknya dari pertanyaan itulah, Burhan Sodiq menulis buku, Muslimah on Fire ini. Saking banyaknya pertanyaan yang hinggap di benak terutama soal fenomena dakwah yang memprihatinkan seperti ini. “Terlalu banyak orang yang abai terhadap dakwah. Mereka mampu tapi tidak mau. Mereka mau tapi tidak mampu,” ulas Burhan kepada Gontornews.com.
Selain itu, bagi para pelaku dakwah Muslimah, sering kita lihat mereka mudah pasrah dan kalah. Jika ada tantangan dan halangan cenderung untuk mundur dan tidak mau melaju kembali. Seolah kehidupannya terhenti, manakala harus berjuang sendiri di medan laga.
Buku ini membahas seluk-beluk semangat seorang Muslimah dalam berdakwah. Berisi tentang hal apa saja yang bisa membangkitkan semangat Muslimah dalam berdakwah. Janji Allah SWT berupa pahala, dalil dari sunnah Nabi SAW yang mulia, serta perihal menarik lainnya yang sangat pas untuk mendongkrak semangat dakwah yang loyo.
Ditulis oleh beberapa penulis Muslimah muda yang memang paham terhadap masalah mereka. Problem mager (malas gerak) yang melanda generasi Muslimah juga sempat menjadi pembahasan khusus dalam buku ini. Seperti kita tahu bahwa mager adalah bagian dari kelemahan generasi ini sekarang. Dimana mereka cenderung rebahan dan susah untuk bergerak beraktivitas seperti wanita zaman dulu kala.
Selain itu, dibahas pula soal bagaimana Muslimah menghadapi virus westernisasi yang mengglobal. Karenanya Muslimah harus punya sisi idealism Islam yang baik. Percaya diri dengan agamanya dan tidak merasa rendah diri dengan keberadaaannya sebagai Muslimah. Tidak merasa gagal dan kalah. Tetapi selalu merasa menang dan bertumbuh dalam kebaikan.
Selanjutnya turut dibahas pula soal bahagimana Muslimah mengendalikan diri dan nafsunya agar menjadi pribadi yang sangat peka terhadap kesalahan diri sendiri dan tidak terlalu repot dengan dosa dan kesalahanan orang lain kepada dirinya. Walhasil, buku ini sangat cocok menjadi pelengkap yang manis di antara buku-buku dakwah Muslimah lainnya.
“Buku ini lebih pas dibaca para anak muda sebab bahasa yang digunakan cenderung bahasa santai dan tidak terlalu kaku. Generasi anak muda pasti suka dan bisa mengambil pelajaran darinya,” pungkas Burhan. <Edithya Miranti>






















