Jakarta, Gontornews–Badan Wakaf Indonesia (BWI) terus mendorong pengelolaan wakaf secara produktif sebagai salah satu alternatif sumber pendanaan program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Untuk itu, BWI dan UNDP jalin kerjasama.
Mohammad Nuh, Ketua Badan Pelaksana BWI dan Francine Pickup selaku Deputy Country Director UNDP Indonesia meneken nota kesepahaman disaksikan oleh Duta Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Indonesia Anita Nirody, para anggota BWI, perwakilan Bank Indonesia, dan beberapa nazhir besar.
Dalam sambutannya, Mohammad Nuh menyampaikan pentingnya wakaf untuk kesejahteraan–tanpa menafikan pentingnya wakaf sosial untuk peribadatan, kuburan, dan pendidikan. “Kalau wakaf untuk kesejahteraan, berarti mengentaskan kemiskinan,” kata Nuh.
Nuh pun mengapresiasi UNDP Indonesia atas tercapainya kesepahaman ini. Ia berharap implementasinya bisa dimulai dengan memperkuat literasi wakaf masyarakat dan menjadikan wakaf sebagai gerakan. [fathur]




















