Washington, Gontornews — Rex Tillerson, salah satu kandidat calon Menteru Luas Negeri AS menolak wacana Donald Trump yang akan melarang Muslim masuk di wilayah Amerika Serikat. Menurut Tillerson, kebijakan larangan tersebut perlu dikaji lebih dalam sebelum diterapkan.
“Saya pikir yang penting adalah kita mampu untuk membuat penilaian tentang orang-orang yang datang ke negara itu dan saya tidak mendukung penolakan tidak langsung kelompok tertentu,” kata mantan CEO Exxon Mobil seperti dilansir huffingtonpost (12/1).
Tillerson melanjutkan, mengutip ketidakstabilan global, migrasi dan fakta bahwa banyak pengungsi tidak memiliki dokumen. Ia berpikir tak bisa untuk menutup mata dan mengabaikan kejadian tersebut.
“Kami harus sangat jernih mengenali ancaman itu dan mengembangkan sarana untuk menghadapinya,” paparnya.
Jika Tillerson didesak untuk didukung menciptakan registry nasional Muslim di AS, ia mengatakan perlu informasi lebih lanjut terkait kebijakan tersebut.
“Saya perlu memiliki lebih banyak informasi sekitar bagaimana pendekatan seperti itu dibangun, dan jika itu adalah alat untuk pemeriksaan, maka mungkin meluas ke orang lain juga, kelompok lain yang menjadi ancaman terhadap AS,” kata dia.
Penolakan kebijakan larangan Muslim masuk ke AS juga datang dari Senator Jeff Sessions (R-Ala.). Ia mengatakan bahwa kebijakan tersebut akan menimbulkan masalah konstitusi yang serius. Proposal Trump sendiri telah bergeser sejak kampanye presiden dimulai. Pada bulan Desember 2015, ia mengusulkan larangan tegas bagi Muslim memasuki Amerika Serikat, tapi kemudian mengklaim hanya ingin fokus pada umat Islam yang berasal dari negara yang telah bermusuhan dengan Amerika Serikat.
Colin Powell, yang menjabat sebagai sekretaris negara di bawah Presiden George W Bush juga menentang kebijakan yang bermotif sara tersebut. Powell menegaskan bahwa kebijakan tersebut akan mempersulit orang-orang yang ingin mengunjungi AS. [Ahmad Muhajir]

















