Kuala Lumpur, Gontornews — Pemerintah Malaysia melakukan tindakan tegas untuk membendung penyebaran COVID-19. Pada Sabtu (28/3), otoritas keamanan Malaysia menangkap sekitar 649 orang yang berusaha menerobos blokade pembatasan penyebaran COVID-19. Tidak hanya itu, mereka juga menangkap 73 orang yang terbukti bersalah karena mengadakan perkumpulan, menghalangi pejabat publik dan menerobos blokade polisi.
Langkah tegas yang diambil oleh Negeri Jiran tersebut tidak lepas dari meningkatnya penularan COVID-19. Dalam 24 jam terakhir, Malaysia mengonfirmasi 27 kasus tewas akibat virus asal Wuhan tersebut. Sementara kasus penularan COVID-19 di Malaysia mencapai 2.470 dan menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara.
Selain memberlakukan pembatasan atau lockdown, Malaysia juga telah menutup sekolah, sejumlah aktivitas bisnis serta memberlakukan pembatasan perjalanan hingga 14 April.
“Beberapa orang beralasan bahwa mereka hanya pergi untuk membeli makanan,” kata Menteri Pertahanan Malaysia, Imail Sabri Yaakob, kepada Reuters.
“Tetapi mereka tertangkap keluar hingga empat kali dalam sehari. Pada titik ini, pihak kepolisian telah mengenali wajah mereka,” tambahnya.
Langkah tegas ini merupakan langkah lanjutan yang telah dilakukan oleh pemerintah sebelumnya yang berhasil menangkap 614 orang dengan alasan sama. Mereka terancam denda atau dihukum penjara enam bulan. [Mohamad Deny Irawan]






















