Ankara, Gontornews — Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag mengatakan agen mata-mata Amerika (CIA) memiliki lebih banyak bukti keterlibatan Fatullah Gulen dalam upaya kudeta 15 Juli yang sudah memakan banyak korban.
“Saya yakin bahwa CIA memiliki bukti-bukti keterlibatan Gulen. Kalau jujur, bukti yang mereka miliki jauh lebih banyak dari apa yang Turki memiliki,” kata Bekir Bozdag dalam sebuah acara di Ankara seperti dikutip Hurriyet Daily News (21/8).
Menkeh Bozdag menambahkan, “ketika CIA membantah memiliki apapun pengetahuan tentang Gulen terkait kudeta, sejatinya itu menertawakan pikiran orang-orang di Turki dan dunia.”
“CIA bahkan tahu detak jantung Gulen. Seberapa sering ia bernafas, atau keluar dan masuk rumahnya Pennsylvania nya],” tambahnya seraya mengomentari sikap ambivalen AS terhadap kudeta dan permintaan ekstradisi atas Gulen di Turki.
Permintaan ekstradisi Gulen, menurut Bekir Bozdag, sudah sesuai dengan nota kesepakatan Turki-AS yang berlaku sejak 1979. Dia termasuk satu dari sekitar 100 nama yang disebutkan. Maka, Turki kini menagih janji AS untuk menangkap dan mengembalkan Gulen dalam waktu 60 hari sejak Turki menyampaikan bukti-bukti keyerlibatannya.[Dedi Junaedi]



















