Beijing, Gontornews — Seorang ilmuwan terkemuka Cina mengatakan bahwa pemerintah Cina berencana untuk mengganti strategi penanganan Covid-19 dari strategi ‘zero-Covid’ ke strategi hidup berdampingan dengan virus.
Sejak Covid-19 merebak pertama kali pada tahun 2019, Cina tetap menerapkan pendekatan tanpa toleransi, menanggapi wabah berskala kecil dengan penguncian dan memotong sebagian besar perjalanan internasional.
Dalam beberapa waktu ke belakang, kebijakan ‘zero-Covid’ justru membuat kelelahan karena mengganggu kehidupan sehari-hari, misalnya, di Hong Kong.
Adalah Zeng Guang yang mengemukakan hal tersebut di laman media sosialnya, Senin 28 Februari 2022 yang lalu. Zeng mengatakan fase endemi merupakan tujuan jangka panjang umat manusia untuk dapat hidup berdampingan dengan virus pada tingkat kematian dan penyakit tertentu.
Zeng sendiri merupakan mantan kepala ilmuwan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Cina dan salah satu ahli terbaik saat Covid-19 merebak di negara tersebut.
“Dalam waktu dekat, pada waktu yang tepat, peta jalan untuk koeksistensi Cina dengan virus harus disajikan,” kata Zeng sebagaimana dilansir Channel News Asia.
Zeng mengatakan negara-negara Barat hari ini menunjukkan keberanian dalam mengeksplorasi bagaimana hidup berdampingan dengan virus. Cina, sambungnya, harus mengamati dan belajar dari situasi tersebut sekalipun tanpa membuka pintu negara di puncak pandemi secara global.
Komentar Zeng disebut-sebut tidak biasa bagi sejumlah pejabat pemerintah Cina yang terus menggembar-gemborkan tingkat infeksi yang rendah kepada publik Cina sebagai tanda keunggulan penanganan Covid-19.
Bahkan, para ahli yang sebelumnya mempertanyakan kebijakan ‘zero-Covid’ telah mendapatkan reaksi keras. Sebut saja ilmuwan terkemuka Cina lain, Zhang Wenhong, mendapatkan serangan dari troll online dan diperiksa karena dugaan plagiarisme setelah memposting opininya di laman Weibo pada bulan Juli. [Mohamad Deny Irawan]






















