Haifa, Gontornews — Walikota Haifa Yona Yahav menjawab dengan nada pesimis terkait kapan berakhirnya musibah kebakaran yang melanda Israel. Musibah yang sudah berlangsung beberapa hari ini melahap hutan, merusak rumah dan mendorong evakuasi puluhan ribu orang.
Kepada wartawan, Yona Yahav mengatakan, “Ini adalah pertanyaan yang harus dirujuk ke Tuhan. Hanya Dia yang sanggup memadamkan api ini,” ujarnya ketika ditanya kapan musibah kebakaran ini akan berakhir seperti dilansir New York Times, Jumat (25/11).
Para pejabat Israel mengatakan, kebakaran semakin besar karena angin yang meniup kencang dan diperparah cuaca kering. Mereka menuding kebakaran ini juga disebabkan oleh pihak yang sengaja membakarnya.
Sementara itu, sekelompok ilmuwan telah memperingatkan bahwa Israel akan mengalami kebakaran hutan yang lebih hebat lagi di tahun-tahun mendatang. Menurut para ilmuwan, di Bukit Yerusalem saja, kebakaran pada Ahad lalu telah menghanguskan 550 hektare.
Bahkan, hingga Ahad (27/11) malam, petugas pemadam kebakaran masih saja berjibaku memadamkan api. Sebelumnya, pada 2014, Bukit Yerusalem pernah terbakar hebat.
Yohay Carmel, profesor dari Institut Teknologi Israel setuju bahwa perubahan iklim membuat anomali cuaca yang tak pernah dialami sebelumnya. Pada 2010, tidak ada curah hujan yang signifikan sampai awal Desember, sehingga vegetasi telah mengalami sembilan bulan kegersangan
Di wilayah Yerusalem yang seharusnya dapat membantu memperlambat kebakaran, tapi karena angin dari barat justru menyebabkan kerusakan yang jauh lebih besar. Masalah lain adalah bahwa hutan pinus lebat, yang umum di sekitar Yerusalem, sangat mudah terbakar. [Ahmad Muhajir/Rus]



















