Mekkah, Gontornews — Pihak berwenang Saudi sangat memperhatikan jamaah umrah Indonesia gelombang pertama yang tiba pada pekan pertama November, kata Joko Asmoru dari Asosiasi Perjalanan Haji dan Umrah Muslim Indonesia.
Joko memuji upaya Saudi selama pertemuan Badan Pengelola Dana Haji Indonesia dan Marwan Abbas Shaban, wakil ketua dewan direksi Kamar Dagang dan Industri Mekkah.
Arabnews.com melansir, Mazen Dirar, seorang anggota dewan, dan beberapa anggota komunitas bisnis Saudi hadir dalam pertemuan tersebut untuk membahas peluang investasi yang tersedia di sektor Haji dan Umrah Kerajaan Saudi.
Shaban mengatakan pelaksanaan umrah dilakukan dalam keadaan luar biasa karena wabah penyakit coronavirus (COVID-19). Dia menyadari potensi investor Indonesia untuk memanfaatkan peluang bisnis yang ditawarkan Kerajaan.
Kedua belah pihak juga sepakat untuk menyelenggarakan lokakarya demi mengeksplorasi lebih banyak peluang di sektor Haji dan Umrah Saudi dan menemukan cara baru untuk meningkatkan perdagangan bilateral.
Bidang utama yang diidentifikasi untuk investasi termasuk akomodasi, katering, transportasi, penerbangan, dan layanan lain yang terkait dengan peziarah.
Darar mengatakan, pertemuan itu membahas cara-cara untuk meningkatkan kerjasama dan meningkatkan hubungan bisnis.
Dr Houriya El-Islamy, anggota delegasi Indonesia dan ketua badan investasi, mengatakan Indonesia sedang mencari potensi investasi di Kerajaan Saudi.
Dia mengatakan, karena banyaknya permintaan dari warganya untuk menunaikan ibadah haji dan umrah setiap tahun, maka secara alami Jakarta cenderung berinvestasi di Arab Saudi.
Bidang utama, yang membutuhkan investasi, yaitu akomodasi, katering, transportasi, penerbangan, dan layanan lain yang terkait dengan jamaah, kata Houriya.
Dia mengatakan pengembalian investasi ini akan membantu pihak berwenang Indonesia melayani jamaah dengan cara yang lebih baik. []



















