London, Gontornews — Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu (20/10) mengutuk ancaman yang ditimbulkan oleh milisi Houthi yang didukung Iran untuk navigasi di Laut Merah dan meningkatnya serangan terhadap kapal komersial di lepas pantai Yaman.
Dewan Keamanan meminta Houthi untuk mengurangi eskalasi militer mereka di Marib, mencabut blokadenya di dekat Abedia, dan segera melakukan gencatan senjata nasional.
Milisi Houthi telah meningkatkan serangannya untuk menguasai kota strategis Marib dalam beberapa pekan terakhir, setelah jeda pada bulan September.
Dewan Keamanan PBB, sebagaimana dikutip Arabnews.com, juga mengutuk perekrutan dan eksploitasi Houthi terhadap anak-anak dalam konflik, beberapa di antaranya menjadi korban pelecehan seksual.
Badan tertinggi PBB juga menyatakan keprihatinannya tentang upaya perdamaian yang goyah di Yaman dan meminta semua pihak untuk secara konstruktif mengimplementasikan Perjanjian Riyadh.
Dewan Keamanan juga menyambut dan mendukung inisiatif Saudi untuk mengakhiri perang di Yaman dan menyatakan dukungan penuh terhadap upaya utusan PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, menyerukan semua pihak untuk bekerjasama dengannya tanpa prasyarat.
Dewan Keamanan juga mengutuk upaya Houthi untuk menargetkan Bandara Internasional Abha di Arab Saudi menggunakan drone bermuatan bahan peledak.
Negara-negara anggota juga secara implisit memperingatkan milisi Houthi agar tidak menggunakan pelabuhan Hodeidah untuk tujuan militer, dan memperbarui peringatannya tentang risiko yang ditimbulkan oleh kurangnya pemeliharaan kapal tanker minyak terapung yang ditambatkan di Laut Merah. Mereka juga mengingatkan Houthi tentang tanggung jawab mereka atas kapal tanker itu.
Dewan Keamanan menekankan komitmen penuhnya terhadap persatuan, kedaulatan dan kemerdekaan Yaman, dan menekankan perlunya menghormati embargo senjata di Yaman.
Dewan Keamanan juga menyatakan dukungan untuk kembalinya pemerintah Yaman ke ibkota sementara, Aden, dan mengutuk upaya pembunuhan terhadap gubernur Aden dan menteri pertanian Yaman pada 10 Oktober.
Duta Besar Arab Saudi untuk PBB Abdallah Al-Mouallimi menyambut baik pernyataan Dewan Keamanan itu dan mengatakan itu merupakan kecaman keras terhadap milisi Houthi.[]



















