Jakarta, Gontornews–Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof M Din Syamsuddin mendesak penyelenggara pemilu: KPU dan Bawaslu untuk melaksanakan pemilu dengan jujur, adil, dan transparan.
Berkaitan dengan itu Din meminta agar masalah daftar pemilih tetap (DPT) yang digugat harus dituntaskan sebelum pemilu. “Begitu pula dugaan kecurangan seperti pencoblosan dini kertas suara harus diselesaikan secara cepat, tegas, dan tuntas sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku,” imbaunya.
Din juga minta kepada KPU dan Bawaslu untuk benar-benar berlaku jujur, adil, dan transparan dalam mengemban kewajiban dan tanggung jawab sebagai penyelenggara pemilu yang amanah dan istiqamah.
“Kami meminta agar mereka tidak memberi celah apapun bagi munculnya dugaan terhadap kelemahan dan kegagalan pelaksanaan pemilu, yang mana dapat mendorong protes dan ketakpercayaan terhadap KPU dan Bawaslu,” tegas Din.
Dosen Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu juga mengajak segenap elemen bangsa dari berbagai lingkaran agama, suku, profesi, gender khususnya wanita dan pemuda untuk mengawal NKRI dari setiap gelagat dan gejala pertentangan, permusuhan, dan perpecahan.
“Menyerukan kepada umat beragama agar senantiasa memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, agar bangsa Indonesia terhindar dari malapetaka perpecahan,” pesan Din. [Muhammad Khaerul Muttaqien]



















