Khartoum, Gontornews β Meski Presiden Sudan Omar al-Bashir sudah terguling, namun para demonstran di ibukota Sudan, Khartoum, tetap tak beranjak dari markas tentara. Mereka berada di luar markas untuk menentang pemberlakuan jam malam oleh tentara pascapenggulingan Omar al-Bashir.
Seperti dilaporkan Aljazeera dari Khartoum, para demonstran masih berada di depan markas tentara meskipun pengumuman telah dibuat di televisi pemerintah oleh dewan militer sementara, yang saat ini menjalankan negara, bahwa jam malam secara efektif telah diberlakukan. βPara demonstran harus meninggalkan markas tentara dan kembali ke rumah mereka.”
Sementara itu Uni Eropa mendesak tentara Sudan untuk segera menyerahkan kekuasaan ke pemerintahan sipil.
Federica Mogherini, kepala diplomatik UE, mendesak tentara Sudan untuk segera menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sipil.
“Hanya proses politik yang kredibel dan inklusif yang dapat memenuhi aspirasi rakyat Sudan dan mengarah pada reformasi politik dan ekonomi yang dibutuhkan negara,” kata Mogherini dalam sebuah pernyataan.
“Itu hanya dapat dicapai melalui penyerahan cepat ke pemerintah transisi sipil,” tambahnya. [Rusdiono Mukri]






















