Dubai, Gontornews — Seorang diplomat senior Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan pada 27 Desember bahwa dunia Arab tidak akan dipimpin oleh Turki. Ini merupakan komentar pertama UEA di Ankara sejak retweet yang diunggah oleh Menteri Luar Negeri UEA pekan lalu membuat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan merasa dihina.
Anwar Gargash, diplomat UEA, mengatakan, ada kebutuhan bagi negara-negara Arab untuk melakukan persatuan di sekitar “Poros Arab”, Arab Saudi dan Mesir.
“Pandangan sektarian dan partisan bukanlah alternatif yang dapat diterima, dan dunia Arab tidak akan dipimpin oleh Teheran atau Ankara,” tulisnya di halaman Twitter resminya.
Pekan lalu, Turki memanggil duta besar UEA di Ankara, setelah Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahayan dalam cuitannya di Twitter menuduh tentara Turki menjarah kota suci Madinah satu abad yang lalu.
Erdogan mengecam cuitan itu. “Beberapa pria yang tidak sopan, menuduh nenek moyang kita melakukan pencurian … Apa yang membuat orang ini manja? Dia dimanjakan oleh minyak, dengan uang yang dimilikinya,” kata pemimpin Turki itu dalam sebuah upacara penghargaan sains.
Kantor Berita Anadolu milik Turki melaporkan pada 23 Desember bahwa Turki berencana mengganti nama jalan, lokasi kedutaan UEA di Ankara, Fakhreddin Pasha, komandan pasukan Turki Utsmani di Madinah pada tahun 1916. Madinah, kota suci umat Islam setelah Mekkah, sekarang menjadi wilayah Arab Saudi.
Satu abad silam kota suci ini berada dalam kekuasaan Turki Utsmani. [Rusdiono Mukri]




















