London, Gontornews — Komunitas Muslim di Inggris mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan pascagempa kembar Turki yang menewaskan puluhan ribu orang di Pronvinsi Kahramanmaras, Turki selatan. Saat itu dua masjid besar di Inggris, Masjid Ramadan dan Masjid Aziziye, Rabu (15/02/2023), mendapatkan surat bernada kebencian atas musibah gempa Turki.
Daily Sabah melaporkan bahwa isi dari surat tersebut yaitu: “Saya ingin menjelaskan bahwa bukan kesedihan yang tulus bahwa ribuan orang telah meninggal. Saya hanya menyesal bahwa lebih banyak Muslim yang tidak meninggal.”
Penulis tanpa nama pada surat itu berusaha mengekspresikan kegembiraannya atas penderitaan korban gempa Turki 6 Februari lalu. Seolah, ia berharap umat Muslim di sekitar wilayah gempa mengalami kemalangan yang lebih banyak.
Kiriman surat yang diterima dua masjid itu menjadi sebuah ironi karena seluruh dunia bersatu untuk membantu korban bencana gempa Turki.
“Saya tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata bahwa perut saya mual setelah membaca isinya,” kata Ketua Masjid Ramadan, Erkin Guney, kepada Anadolu.
“Saya hanya bisa berdoa semoga orang yang menulis surat ini memiliki belas kasih dalam jiwanya, mendapatkan cinta dan seseorang dapat mengajari Anda untuk menjadi sedikit manusiawi, lebih berempati dan memahami kondisi tragis yang kami alami di Turki dan Suriah,” sambung Guney.
“Saya dapat memberitahu Anda, bahwa ajaran Islam merupakan salah satu ajaran paling dicintai dalam tradisi dan budaya yang kita miliki. Anda harus meluangkan waktu membaca Al-Qur’an atau menghabiskan waktu dengan beberapa Muslim di sekitar serta mengidentifikasi kebenaran (Islam),” tutup Guney. [Mohamad Deny Irawan]

























