Madrid, Gontornews — Pemerintah Spanyol, Kamis (29/06/2023), mengeluarkan peringatan merah akibat gelombang panas di tiga wilayah: Madrid, Cordoba dan Sevilla. Kementerian melaporkan suhu tinggi di Spanyol pada hari tersebut mencapai lebih dari 40 derajat Celcius.
Menteri Lingkungan Spanyol, Teresa Ribera, mengatakan panas di semenanjung Iberia pada bulan Maret dan April sangat mengerikan. Karenanya, Spanyol bersiap untuk mengalami musim panas yang terik sepanjang sejarah mereka.
“Saya punya tiga anak perempuan muda. Kami datang ke sini untuk jet air gratis dan kami bisa sedikit mendinginkan diri. (Udara) sangat panas di Madrid sehingga kami bahkan tidak bisa tidur, sekalipun dengan pendingin ruangan dengan setelan tertinggi,” kata Rocio, seorang ibu muda di Madrid Rio, kepada CGTN Europe.
Pada Sabtu (24/06/2023), otoritas Spanyol melaporkan kematian seorang pria berusia 47 tahun akibat sengatan panas di kota Aznalcollar, Sevilla. Sebelumnya, Anadolu melansir, Menteri Agrikultural Spanyol juga melaporkan kematian seorang petani berusia 46 tahun di daerah Cinco Casas di Ciudad Real pada Selasa (21/06/2023).
Institut Statistik Nasional Spanyol melaporkan, pada tahun 2022, kematian akibat sengatan panas dan dehidrasi melonjak hingga 88 persen. Mereka juga melaporkan ada 112 orang yang meninggal dunia dan 233 orang dehidrasi dalam rentang Mei hingga Agustus tahun lalu. Total, dua kondisi tersebut menyebabkan 189 orang dilaporkan meninggal dunia.
“Cuaca menjadi lebih ekstrem dan kondisi cuaca ekstrem di Eropa akan bertahan lebih lama,” kata Ruben del Campo dari badan cuaca Spanyol, Agencia Estatal de Meteorología (AEMET).
“Musim panas lalu, kami mengalami gelombang panas yang berlangsung selama berpekan-pekan. Musim semi ini kami mengalami panas yang tidak normal di bulan April yang menjadi terpanas dalam sejarah,” sambungnya. [Mohamad Deny Irawan]






















