Kismayo, Gontornews – Sebanyak dua wartawan tewas dalam sebuah baku tembak antara pasukan pemerintah dengan kelompok al-Shabab di sebuah hotel di kota pelabuhan selatan Kismayu, Sabtu (13/7).
Selain menewaskan dua wartawan, baku tembak di hotel tempat pertemuan politik berlangsung juga menewaskan sebelas lainnya, termasuk empat anggota Al-Shabab.
Sekretaris Jenderal Federasi Jurnalis Somalia, Mohamed Ibrahim Moalimuu, mengatakan dalam sebuah pernyataan, kedua jurnalis yang tewas adalah pendiri Integration TV, Somali-Kanada Hodan Naleyah, dan seorang reporter dari SBC TV di Kismayo, Mohamed Sahal Omar.
“Kami sedih dan marah dengan hilangnya nyawa kerabat kami, dan kami sangat mengutuk pembantaian yang mengerikan ini,” katanya, dikutip laman Aljazeera.
Sementara itu, Pejabat Keamanan setempat, Abdiweli Mohamed mengatakan para penyerang bersenjata berat memaksa masuk ke dalam hotel dan melakukan penembakan, setelah itu mereka pergi.
“Beberapa pria bersenjata masuk dan mulai menembak tetapi pasukan keamanan merespons dengan cepat dan terlibat dalam baku tembak dengan para penyerang di dalam gedung,” katanya.
Al-Shabab, kelompok bersenjata yang berusaha untuk menjatuhkan pemerintah Somalia, mengatakan mereka telah melakukan serangan bunuh diri.
“Pertama, kami menargetkan (hotel) dengan bom mobil bunuh diri dan kemudian (pejuang)mujahidin bersenjata menyerbu hotel,” kata Abdiasis Abu Musab, Juru Bicara Operasi Militer al-Shabab.
Sebelumnya, kelompok yang berafiliasi dengan al-Qaeda itu melakukan bom mobil ke hotel populer di Madinah dan diikuti dengan serangan senjata di hotel tersebut.[Devi Lusianawati]





















