Jakarta, Gontornews — Duta Besar Turki untuk Indonesia Mahmud Erol Kılıç telah meminta negara-negara Muslim untuk memperjuangkan hak yang sama, seperti yang dinikmati oleh lima anggota tetap (P5) Dewan Keamanan PBB.
Mengacu pada kerjasama erat Turki dan Indonesia dalam membela hak-hak Palestina, ia mempertanyakan konvergensi kekuatan hanya dalam lima anggota DK PBB, tanpa mengikutsertakan dunia Muslim.
Berbicara kepada kantor berita Anadolu, Kılıç mengatakan bahwa negara-negara Muslim harus meminta hak yang sama di PBB, karena populasi Muslim yang besar di dunia.
“Indonesia memiliki populasi terbesar kelima di dunia dan merupakan negara Muslim terbesar,” katanya.
Ia mengatakan Turki dan Indonesia berbagi nilai-nilai yang sama, membela hak-hak rakyat Palestina di forum internasional.
“Turki dan Indonesia berdiri kuat di belakang hak-hak Palestina. Keduanya bersatu,” katanya.
Duta Besar mengenang pidato Presiden Recep Tayyip Erdoğan di New York beberapa waktu lalu yang menekankan bahwa dunia lebih besar dari lima negara (anggota tetap Dewan Keamanan PBB).
Utusan itu mengatakan, Erdogan bermaksud untuk memperjuangkan masuknya Turki dan Indonesia dalam struktur kekuatan global.
Kılıç mengatakan kelompok-kelompok Palestina telah secara agresif mencari dukungan untuk pengakuan hak-hak mereka di tingkat internasional.
“Mereka memiliki lobi di mana-mana bahkan di Timur Tengah,” katanya.
Turki dan Indonesia telah memberikan dukungan yang kuat, untuk tujuan mereka di seluruh dunia, kata duta besar. [RM]


















