Moskow, Gontornews — Blok negara-negara Teluk yang dipimpin Saudi sedang mempertimbangkan sanksi baru terhadap Qatar. Sanksi baru itu berupa pilihan bagi mitra dagang mereka untuk memilih: melanjutkan kerjasama dengan blok negara-negara Teluk atau Qatar. Demikian kata Duta Besar (Dubes) Uni Emirat Arab (UEA) untuk Rusia, Omar Ghobash.
Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar The Guardian, Omar Ghobash mengatakan pengusiran Qatar dari Gulf Cooperation Council (GCC) “bukan satu-satunya sanksi” dari UEA dan sekutu-sekutunya.
“Ada sanksi ekonomi baru yang sedang kami pertimbangkan,” kata Ghobash dalam wawancara yang publikasikan pada hari Rabu (28/6).
“Salah satu kemungkinannya adalah memberikan pilihan kepada mitra dagang kami, apakah mereka ingin bekerjasama dengan kami atau dengan Qatar saja. Anda harus membuat pilihan,” tambahnya seperti dikutip Aljazeera.
Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan memberlakukan sanksi terhadap negara tersebut pada 5 Juni, dan menuduhnya mendukung “terorisme”.
Namun, keempat negara tersebut belum memberikan bukti apapun atas klaim mereka, sementara Qatar telah berulang kali menolak tuduhan tersebut.
Ghobash mengatakan, jika Qatar “tidak mau menerima tuntutan ini, kami akan mengatakan ‘selamat tinggal Qatar’, kami tidak lagi membutuhkan Anda di tenda kami”. [Rusdiono Mukri]




















