Kathmandu, Gontornews — Sebuah laporan investigasi yang dirilis oleh otoritas penerbangan di Nepal (Nepal’s Accident Investigations Comission/NAIC), Ahad (27/1) mengatakan bahwa kecelakaan Pesawat US-Bangla Airlines tujuan Nepal dari Hazrat Shahjalal International Airprot, Dhaka, Bangladesh, disebabkan oleh buruknya kesehatan mental pilot.
Kecelakaan terburuk dalam sejarah Nepal dalam rentang 26 tahun tersebut mengakibatkan 51 dari 71 total penumpang tewas di bandara Tribhuvan International Airport, Kathmandu, Nepal. Kecelakaan itu sendiri terjadi di Nepal, 12 Maret 2018 silam.
Melalui laporan ini pula, otoritas penerbangan Nepal meminta kepada perusahaan US-Bangla Airlines untuk membuat pernyataan resmi kepada publik hari Senin (28/1). Ketua tim investigasi, Buddhisagar Lamichhane, menjelaskan kronologi sebelum kecelakaan terjadi.
“Sang pilot mengira bahwa dirinya mampu bermanuver saat mendarat. Tetapi dia tidak bisa,” ungkap Buddhisagar Lamichhane sebagaimana dilansir Reuters.
Secara spesifik, Lamischhane mengatakan bahwa sang pilot berada di bawah tekanan dan terganggu secara mental setelah kolega wanitanya mempertanyakan kecapakan dan kemampuan dirinya sebagai instruktur penerbangan yang baik.
Tidak hanya itu, NAIC juga menyebut bahwa kru penerbangan juga ‘berkontribusi’ dalam kecelakaan tersebut karena dinilai abai dengan kesalahan prosdeural penerbangan yang terjadi saat penerbangan berada dalam kondisi kritis.
“Selain itu, kegagalan dua kru lain dalam mengikuti prosedur operasi saat berada dalam kondisi kritis penerbangan juga berkontribusi pada hilangnya kesadaran situasional,” sebut laporan NIAC, Ahad malam waktu setempat.
“Akhirnya, ketika kru melihat landasan pacu, mereka baru tersadar bahwa pesawat terbang sangat rendah dan terlau dekat dengan (landasan pacu) itu dan tidak selaras dengan benar,” tambah laporan NIAC.
Akibatnya, pesawat tergelincir di sekitar area rumput landasan pacu Kathmandu International Airport dan dengan cepat terbakar serta menewaskan dua pilot dari total 51 korban dalam peristiwa kecelakaan paling mengerikan dalam sejarah Nepal. [Mohamad Deny Irawan]



















