Ankara, Gontornews — Presiden Turki Tayyip Erdogan akan mengunjungi Rusia akhir bulan ini untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Vladimir Putin tentang kekerasan di Suriah barat laut, di mana Moskow dan Ankara mendukung pihak yang berlawanan, kata dua pejabat Turki, Jumat (17/9).
Turki mendukung pejuang yang berusaha menggulingkan Presiden Bashar Assad, sementara Rusia telah membantu menopang Assad setelah satu dekade konflik.
Kedua belah pihak telah mengeluhkan pelanggaran gencatan senjata yang mereka sepakati 18 bulan lalu di wilayah barat laut Idlib, benteng pemberontak terakhir yang tersisa di Suriah, di mana Ankara mengatakan dua tentara Turki tewas dalam serangan pada hari Sabtu.
“Poin agenda utama adalah Suriah, yaitu Idlib,” kata seorang pejabat senior Turki, yang tak bersedia disebutkan namanya, tentang pembicaraan yang direncanakan di resor Sochi Rusia.
“Kondisi yang ditetapkan dalam perjanjian Idlib belum sepenuhnya dilaksanakan,” paparnya dikutip Arabnews.com.
Perjanjian Maret 2020 menyusul pertempuran selama berpekan-pekan yang membawa Turki dan Rusia mendekati konflik dan membuat hampir satu juta orang mengungsi.
“Seharusnya tidak ada ketidakstabilan baru di Suriah,” kata pejabat Turki lainnya.
Kunjungan dua hari yang direncanakan Erdogan akan mengikuti perjalanannya ke Majelis Umum PBB di New York pekan depan, kata para pejabat, tanpa menyebutkan tanggal pasti.
Meskipun mendukung pihak yang berlawanan dalam konflik Suriah dan Libya, Turki dan Rusia telah menjalin kerjasama yang erat di sektor pertahanan, energi, dan pariwisata.[]






















