Addis Ababa, Gontornews — Pasukan Ethiopia menyerang ibu kota Tigrayan, Mekele, dengan serangan udara pada hari Senin (18/10), kata pejabat kemanusiaan dan diplomat.
Itu adalah serangan udara pertama yang dilaporkan di Mekele sejak konflik meletus pada November tahun lalu, meskipun ada serangan lain di wilayah Tigray.
“Serangan udara di Mekele sekarang,” kata seorang pejabat kemanusiaan di kota itu melalui SMS kepada AFP sebagaimana dirilis Arabnews.com.
Serangan udara itu juga dikonfirmasi oleh aktivitas kemanusiaan yang lain, dua diplomat dan seorang jurubicara pemberontak.
Serangan udara pertama terjadi pada pagi hari di pinggiran Mekele dekat sebuah pabrik semen, kata sumber tersebut.
Yang kedua terjadi sekitar tengah hari di pusat kota dekat Planet Hotel, yang sering digunakan oleh pejabat tinggi dari Front Pembebasan Rakyat Tigray, mantan partai penguasa di kawasan itu dan target operasi militer pemerintah sejak November 2020.
TPLF mengatakan serangan udara dirancang untuk menimbulkan korban sipil.
“Senin adalah hari pasar di Mekelle dan niatnya terlalu gamblang,” kata jurubicara TPLF Getachew Reda di Twitter.
Laporan tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen dan pejabat pemerintah tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.
Sementara pejabat medis di Mekele tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan informasi tentang korban.
Serangan itu terjadi ketika pemerintah tampaknya melakukan serangan baru dalam perang melawan TPLF, yang mendominasi politik nasional sebelum Perdana Menteri Abiy Ahmed menjabat pada 2018.[]





















