Beirut, Gontornews — Ex Perdana Menteri Lebanon, Saad Al-Hariri, terus mengadakan pembicaraan ke sejumlah politisi untuk berdiskusi soal kabinet pemerintahan yang baru sepeninggalnya ia. Kali ini, Hariri berbicara dengan politisi terkemuka Lebanon, Gebran Bassil.
Dalam pembicaraannya kali ini, Baik Hariri dan Bassil, sepakat untuk mencari solusi terbaik agar Lebanon keluar dari krisis ekonomi serta mengindahkan suara para demonstran.
βSemua ide diletakkan di atas meja (perundingan) untuk mencarikan apa yang terbaik bagi Lebanon agar keluar dari krisis ekonomi serta mengindahkan seruan yang dibuat oleh para pendemonstran dalam tiga hari terakhir,β kata sumber yang mengikuti pertemuan Hariri-Bassil di Beirut, Rabu (06/11).
β(Pembicaraan berlangsung) selama berjam-jam, berhari-hari, sepanjang waktu, untuk menghasilkan solusi terbaik untuk menyelesaikan kesulitan ekonomi dan keuangan,β tambah sumber yang tak disebut namanya oleh Reuters.
Hingga berita ini diturunkan, Presiden Lebanon, Michel Aoun belum memulai konsultasi formal untuk menentukan Perdana Menteri pengganti Hariri. Aoun membutuhkan dukungan dari anggota parlemen untuk menentukan siapa Perdana Menteri yang baru.
Perdebatan kabinet baru Lebanon didominasi tentang apakah kabinet yang baru berasal dari teknokrat atau dari tokoh-tokoh politik. Hariri dan Bassi serta sejumlah politisi senior mengusulkan kabinet selanjutnya berasal dari teknokrat yang disetujui para politisi.
Sementara itu, Bank Dunia sepakat untuk membantu pemerintahan Lebanon yang baru. Mereka setuju untuk mengucurkan dana bantuan guna mengatasi krissi ekonomi di Lebanon.
Presiden Aoun, kepada delegasi Bank Dunia, memastikan bahwa kabinet pemerintah setelahnya akan diisi oleh kabinet-kabinet yang kompeten.
β(Kabinet yang baru) memiliki reputasi baik dan jauh dari kecurigaan korupsi,β pungkas Aoun. [Mohamad Deny Irawan]





















