Jakarta, Gontornews–Wakil Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris benarkan adanya perubahan terjemahan al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 51. Dalam terjemah al-Qur’an tersebut, kata awliya yang berarti pemimpin diubah menjadi teman setia.
“Saya terima 546 email dari masyarakat, tentang perbedaan terjemahan al-Qur’an ini, makanya Senin mau klarifikasi,” cuitnya dalam akun twitter @fahiraidris baru-baru ini.
Dalam cuitan sebelumnya, Senator perempuan yang akrab disapa Uni Fahira mengaku telah menelepon Maghfirah Pustaka yang mengatakan bahwa semua al-Qur’an diedit atas instruksi Depag. Perubahan tersebut menurut Magfirah Pustaka sejak tahun 2000, makanya ia akan tabayyun ke Kemenag.
“Saya kemarin telpon Maghfirah Pustaka, ternyata semua al-Qur’an diedit tersebut atas intruksi Depag,” twit Fahira.
Di beranda akun twitter Fahira Idris juga muncul akun Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang memberikan klatifikasi adanya editan terjemahan al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 51.
“Tak benar kabar yang nyatakan telah terjadi pengeditan terjemahan al-Qur’an, apalagi atas instruksi Kemenag. Akan ada klarifikasi siang ini,” cuit Menag mengomentari kabar editan penerjemahan ayat al-Qur’an.
Fahira menanggapi, “Betul sekali Pak Menteri… Menurut informasi, terjadinya di awal tahun 2000, sebelum bapak jadi menteri,” tulisnya.
Cuitan ini mendapat tanggapan beragam dari netizen ada yang dengan nada sinis, meski banyak pula yang mendukung Fahira mengklarifikasi masalah tersebut ke Kemenag. Fahira mengatakan, dirinya akan melakukan cross check ke Kementerian Agama pada Senin (24/10).
Akun @maulanatigor meretweet cuitan Fahira dengan menunjukkan foto al-Qur’an terjemahan dari Raja Salman Arab Saudi, yang ada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Kata awliya diartikan pemimpin.
“Ini adalah al-Qur’an dan terjemahan dari Raja Salman Arab Saudi, yang ada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. ‘Pemimpin’,” tulisnya Sabtu (22/10).
Pemilik akun @abusalafiyun menulis “Di aplikasi al-Qur’an Indonesia milik saya masih tertulis pemimpin bukan teman setia,” cuitnya.
Sementara akun twitter @pembawaberitaID memposting foto bagian Surah al-Maidah ayat 51 versi teman setia. Di foto terlihat halaman 117, terjemahan Surah al-Maidah ayat 51 sebagai berikut : “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia (mu), mereka satu sama lain saling melindungi. Barang siapa yang menjadikan mereka teman setia, maka dia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak member petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” [Ahmad Muhajir]





















