Forpim PTKIS Jabar Selenggarakan West Java Islamic Studies Conference (WJIC
Cipasung, Gontornews — Forum Pimpinan PTKIS Jabar menyelenggarakan West Java Islamic Studies Conference (WJIC) 2022. Mengambil tema “Solusi Moderasi Beragama untuk Kemajuan Masyarakat Jawa Barat”, konferensi menghasilkan sembilan rekomendasi. Antara lain pentingnya distingsi dan center of excellent kajian Islam.
“PTKIS di Jabar harus terdepan dalam pengembangan desain dakwah Islam berbasis kearifan lokal,” ungkap KH Prof Dr Machmud MS, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung selaku Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Wilayah II Jawa Barat-Banten dalam Keynote Speaks WJIC 2021 di Aula IAI Darussalam Cipasung, Rabu (2/2).
Prof Mahmud menyoroti pentingnya kolaborasi antar PT dalam aktualisasi nilai-nilai Islam dan desain dakwah berbasis kearifan lokal. Dia memberi contoh filosofi Prabu Siliwangi. Dalam dakwah kekinian, yang perlu dikembangkan tidak hanya Silih Asah (saling berkompetisi), Silih Asih (saling mencintai), dan Silih Asuh (saling membantu), tetapi juga Silih Wawangi (saling promosi kebaikan).
Selain Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Konferensi yang dihadiri perwakilan dari 181 PTKIS Jabar-Banten juga menampilkan pembicara KH A. Bunyamin Ruhiyat MSi(Rektor IAID Cipasung), dan Prof Salahudin Kafrawi PhD dari Hobart and William Smith Colleges USA.
Selain konferensi moderasi Islam, Forpim PTKIS Jabar-Banten juga melakukan penandatanganan MoU dan MoA antara UIN Bandung dengan 161 PTKIS dalam kerangka kerjasama pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat dan publikasi jurnal ilmiah.
Berikut sembilan hasil rekomendasi West Java Islamic Studies Conference (WJIC) 2022:
1. Setiap PTKI harus memiliki distingsi;
2. PTKI harus mendesain setiap model dakwah dengan nilai _local wisdom_ seperti nilai yang dikembangkan Prabu Siliwangi _”Silih asah, silih asuh, silih asih dan tidak lupa silih wawangian”_;
3. PTKI perlu melakukan penelitian ulang tentang stigma negatif masyarakat Jawa Barat yang menuduh intoleran dan berafiliasi ke jaringan teroris;
4. Integrasi kajian Islam klasik dan kontemporer harus diperkuat di PTKI sehingga menjadi pusat data Kajian Keislaman terutama literatur khasanah Islam lokal Jawa Barat;
5. PTKI harus mengkonstruksi teori-teori yang lahir dari bahasa teologis Quran dan Hadits sehingga memiliki fondasi akademik Islam yang kokoh;
6. PTKI harus membangun _*center of excellent*_ pada distingsi masing-masing sehingga pusat kajian keislaman dan kekhasan lokal di Jawa Barat bisa dipetakan melalui PTKI;
7. PTKI wajib membangun kolaborasi antar lembaga sebagai penguatan Tridarma PT;
8. Strategi Pengembangan PTKI:
a. _Teamwork_ Kuat
b. _Network_ Luas
c. Inovasi tiada henti
9. Nilai Luhur PTKI:
a. Biaya harus terjangkau oleh masyarakat miskin;
b. Pemberdayaan Alumni dengan keikhlasan yang mendalam;
c.Mahasiswa PTKI harus berorientasi dakwah dan mahasiswa adalah agen dakwah;
d. PTKI harus tetap bersyukur atas semua capaian yang telah diraih.
Aula IAI Cipasung, 2 Pebruari 2022
*Forum Pimpinan PTKIS*
[ DJ]


















