Buenos Aires, Gontornews — Sejumlah guru negeri dan swasta yang tergabung dalam konfederasi pekerja pendidikan di Argentina melakukan mogok masal menuntut Pemerintah menyelesaikan kasus tewasnya dua guru dalam kecelakaan di Chubut Selatan, Kamis (19/9). Mereka berkumpul di alun-alun kota sembari membentangkan spanduk bertuliskan “pendidikan sedang berkabung”.
Dalam insiden tersebut, dua guru dikabarkan tewas dan lima lainnnya mengalami cedera saat kecelakaan. Ketujuh orang yang mengalami kecelakaan lalu lintas tersebut dikabarkan tengah melakukan pawai selama 9 minggu menuntut pemerintah Argentina membayarkan seluruh gaji guru yang terlambat.
“Kami menuntut Pemerintah Provinsi (Chubut) dan Pemerintah Nasional untuk segera menyelesaikan masalah di Chubut. Kami bersaam keluaga Cristina Aguilar dan Jorgelina Ruiz,” kata Sekretaris Jenderal Konfederasi Pekerja Pendidikan (La Confederación de Trabajadores de la Educación de la República Argentina/CTERA), Sonia Alesso, sebagaimana dilansir Anadolu.
Sementara itu, senat Argentia menyetujui undang-undang yang meningkatka anggaran negera untuk memerangi kelaparan dan perbaikan gizi bagi masyarakat.
Saat ini, Argentina menjadi negara Amerika Latin yang menderita inflasi tertinggi di dunia setelah mengalami devaluasi mata uang Peso pada tahun 2018 sialm. Meski Presiden Mauricio Macri telah menjabat selama tiga setengah tahun, kondisi ekonomi Argentia masih tetap kacau dan kondisi ini mempengaruhi sektor publik. [Mohamad Deny Irawan]






















