Tokyo, Gontornews — Gempa bumi cukup kuat mengguncang Jepang dan negara bagian Alaska, AS, dalam dua hari terakhir. Gempa berkekuatan 6,0 skala Richter itu terjadi di kedalaman 10 kilometer di perairan di lepas pantai Pulau Miyako di gugusan kepulauan selatan Okinawa menurut lembaga survei geologi Amerika Serikat (US Geological Survey/USGS).
Badan Meteorologi Jepang memperingatkan adanya perubahan kecil pada tinggi muka laut akibat gempa, tapi tidak mengeluarkan peringatan tsunami. Miyako, yang berpenduduk sekitar 55.000 orang, berada sekitar 1.840 kilometer di barat daya Tokyo dan sekitar 380 kilometer timur Taipei.
Jepang berada di persimpangan empat lempeng tektonik dan mengalami sejumlah gempa yang relatif kuat setiap tahun, meski kerusakan jarang terjadi berkat ketentuan bangunan yang ketat dan kesadaran akan gempa yang telah meluas.
Namun gempa bawah laut besar pada 11 Maret 2011 mengirim tsunami ke pantai utara Jepang. Lebih dari 18.500 orang tewas atau hilang dan tiga reaktor di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima hancur. Itu merupakan bencara terburuk di Jepang setelah Perang Dunia II, demikian menurut warta kantor berita AFP.
Sementara itu, AFP juga melaporkan, gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter mengguncang Kepulauan Andreanof di Alaska pada Senin (08/05), namun tidak berisiko tsunami, kata otoritas setempat. Guncangan tersebut terjadi menyusul sejumlah gempa yang melanda di daerah itu pada Senin pagi, termasuk yang berkekuatan 5,9 SR dan juga 5,7 SR, kata US Geological Survey. Kepulauan Andreanof merupakan bagian dari gugusan Kepulauan Aleutian di Alaska barat daya.
Area itu pernah diguncang gempa besar berkekuatan 8,6 SR pada 1957. Gempa terakhir terjadi 30 kilometer di baratdaya gunung berapi Tanaga. Pusat Peringatan Tsunami Nasional mengatakan gempa itu tidak berisiko menimbulkan tsunami dalam waktu dekat, demikian AFP. [DJ]


















