Ankara, Gontornews – Gempa bumi berkekuatan 7,8 Skala Richter menghancurkan sejumlah bangunan dan apartemen di Turki selatan dan Suriah utara. Menurut laporan, awal sejumlah besar bangunan telah hancur di provinsi-provinsi di selatan Turki.
Wakil Presiden Turki Fuat Oktay mengatakan bahwa sekitar 1.700 bangunan telah runtuh akibat gempa.
Media pemerintah Suriah juga melaporkan bahwa beberapa bangunan runtuh di Aleppo dan pusat kota Hama. Getaran juga terasa di Damaskus.
Laman dw.com merilis, Kepala Pusat Gempa Nasional Suriah, Raed Ahmed, mengatakan kepada media lokal bahwa gempa ini merupakan gempa bumi terbesar yang tercatat dalam sejarah pusat tersebut.
Sementara itu organisasi penyelamat Helm Putih mengatakan bangunan juga runtuh di daerah yang dikuasai pemberontak di Suriah barat laut.
Wilayah ini merupakan salah satu zona gempa paling aktif di dunia.
Ribuan orang tewas dan ribuan lagi mengungsi ketika gempa berkekuatan 7,6 melanda kota barat Izmit pada tahun 1999.
Pada tahun 2011, lebih dari 500 orang tewas akibat gempa berkekuatan 7,1 di kota timur Van.
Tawaran bantuan
Sementara negara-negara maju telah menawarkan bantuan kepada Turki. Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan AS siap membantu upaya penyelamatan.
Sedangkan Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock berkata: “Pikiran saya tertuju pada kerabat para korban gempa yang mengerikan ini.”
Dia menambahkan, “Bersama dengan mitra kami, kami akan segera mengirimkan bantuan.”
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga mengirimkan pesan dukungan dan juga menawarkan bantuan.
“Saya terkejut mengetahui kematian dan cedera ratusan orang akibat gempa bumi di Turki,” tulis Zelenskyy dalam tweetnya. “Saat ini, kami mendukung orang-orang Turki yang ramah dan siap memberikan bantuan yang diperlukan,” kata Zelenskyy.
Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant juga mengatakan negaranya siap memberikan bantuan jika diperlukan. []


















