Kelantan, Gontornews — Gerakan Buy Muslim First telah berhasil meningkatkan perekonomian pengusaha Muslim di Malaysia. Aksi gerakan tersebut merupakan upaya rakyat Malaysia dalam melawan monopoli perdagangan oleh pengusaha Cina di Malaysia.
Hal itu disampaikan seorang dosen di Universitas Malaysia Kelantan, Arham Bahar dalam sebuah tulisan yang telah tersebar di media sosial.
Laki-laki yang pernah bekerja sebagai konsultan di bidang Geologi, IT, dan Sistem Informasi Geografis (SIG) itu juga menjelaskan, bulan ini merupakan bulan ketiga gerakan Buy Muslim First dilaksanakan. Hasilnya, beberapa pengusaha Cina mulai berada di ambang kebangkrutan.
“Sebaliknya pengusaha Muslim dari desa dan kota ketiban rezeki,” tulisnya.
Ia juga mengatakan, meskipun pengusaha Cina sudah memberikan diskon hingga 50% pada barang dagangannya, namun melayu Muslim tidak juga membelinya. Hal itu membuat pemimpin negara kalang kabut sebab beberapa produk Cina Malaysia yang sebelumnya menguasai pasar jadi banyak yang tidak dibeli.
“Saya baru melihat solidaritas Muslim Malaysia yang begitu solid,” akunya.
Menurutnya, saat ini, Muslim Malaysia telah bertekad untuk meruntuhkan dominasi ekonomi pengusaha Cina. Itu dirasanya semakin berkembang, bukan cuma barang, jasapun demikian juga.
“Saya tidak melihat ada kasak kusuk, ternyata semua teman-teman dosen juga sudah ikut campaign Buy Muslim First,” ungkapnya.



















